banner 728x250

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Di Sulawesi Selatan, Hujan Lebat Hingga Gelombang 2.5 Meter Mengintai

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM, MAKASSAR — Intensitas hujan diprediksi meningkat signifikan di berbagai wilayah Sulawesi Selatan dalam sepekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku pada 24 Februari hingga 1 Maret 2026, menyusul potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah kabupaten/kota, termasuk Parepare dan Makassar.

Peringatan tersebut tertuang dalam siaran pers Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar bernomor e.B/ME.02.04/013/KBB4/II/2026 yang dirilis pada 23 Februari 2026. Dalam keterangan resminya, BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas transportasi darat dan laut.

BMKG menjelaskan, peningkatan potensi cuaca ekstrem kali ini dipengaruhi kombinasi sejumlah fenomena atmosfer skala regional hingga global. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) gelombang atmosfer yang bergerak dari barat ke timur di sekitar wilayah tropis terpantau aktif dan berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan hujan di Indonesia bagian tengah.

Selain itu, keberadaan Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby, serta konvergensi angin di wilayah Sulawesi Selatan, semakin memperkuat pertumbuhan awan konvektif. Dalam kajian meteorologi, kombinasi faktor-faktor tersebut kerap menjadi pemicu hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi relatif panjang, terutama di wilayah pesisir dan daerah dengan topografi pegunungan.

Kondisi atmosfer yang labil ini, menurut BMKG, perlu diantisipasi secara serius mengingat Sulawesi Selatan memiliki sejumlah daerah aliran sungai besar serta kawasan perbukitan yang rawan longsor ketika curah hujan meningkat drastis.

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Kota Parepare, Barru, Pangkajene Kepulauan, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, dan Kepulauan Selayar.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi mengguyur Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba.
Distribusi hujan yang tidak merata ini berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir di kawasan perkotaan dengan sistem drainase terbatas, serta meningkatkan risiko longsor di wilayah lereng dan bantaran sungai.

BMKG menekankan bahwa dampak cuaca ekstrem tidak hanya dipengaruhi besarnya curah hujan, tetapi juga kondisi lingkungan dan kesiapan infrastruktur setempat.

Selain hujan intens, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko pohon tumbang, kerusakan atap rumah, hingga gangguan jaringan listrik.

Di sektor kelautan, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Perairan Pinrang, Barru, Makassar, Pangkep, Kepulauan Selayar, Bulukumba, Kepulauan Takabonerate, serta Perairan Jeneponto. Tinggi gelombang tersebut dinilai berisiko bagi kapal nelayan dan pelayaran skala kecil, terutama jika disertai angin kencang dan hujan lebat.
BMKG mengingatkan operator kapal, nelayan, dan masyarakat pesisir agar memperhatikan informasi cuaca maritim sebelum beraktivitas di laut.

Menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut, BMKG menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, aparat penanggulangan bencana, dan masyarakat. Pemerintah diminta memastikan kesiapan infrastruktur pengendali banjir, optimalisasi sistem drainase, serta penataan lingkungan yang lebih adaptif terhadap perubahan cuaca.

Di sisi lain, masyarakat diimbau tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air, menghindari aktivitas di wilayah rawan longsor saat hujan deras, serta secara aktif memantau pembaruan informasi resmi dari BMKG.

“Koordinasi lintas sektor sangat diperlukan untuk memperkuat mitigasi dan respons cepat terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” demikian imbauan dalam rilis tersebut.

BMKG Sulawesi Selatan membuka layanan informasi cuaca 24 jam melalui call center (0411) 456493 dan 437331, layanan pesan singkat MEWS 0811 4614 350, serta WhatsApp otomatis 0821 8815 8985. Informasi terkini juga tersedia melalui laman resmi BMKG dan media sosial @BMKGSulsel.

Peringatan dini ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem bukan sekadar fenomena musiman, melainkan risiko nyata yang menuntut kewaspadaan kolektif. Dengan mitigasi yang terencana, respons cepat, dan disiplin masyarakat dalam menjaga lingkungan, dampak buruk yang ditimbulkan dapat ditekan seminimal mungkin.

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *