Reporter : Tomy / Agustin Effendy
MATRA, Cyberpare.com — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Provinsi Sulawesi Barat, dinyatakan berhasil mengembangkan tambak Udang Vannamei dengan menggunakan sistem intensif setelah mengundang para investor untuk menanamkan modalnya.
Keberhasilan tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati (Wabub) Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, Badrun Nggai, yang kagum saat melakukan study banding di tambak Udang Vannamei di Desa Letawa, Kecamatan Sarjo, Matra.
Bupati Matra, Agus Ambo Djiwa, Wabub Matra, Muh. Saal, Berbincang dengan Wabub Parimo, Badrun Nggai.
Sementara itu, Bupati Matra, Agus Ambo Djiwa, mengatakan, bahwa kunjungan orang nomor dua di Parigi Moutong, bertujuan ingin mengembangkan tambak Udang Vannamei di daerahnya, dengan menggunakan sistem moderen seperti yang dilakukan oleh DKP Matra bersama investor, sehingga dapat menghasilkan panen yang mumpuni.
“Tujuan pertama Wabub Parigi adalah bersilaturahmi sambil melihat tambak yang kita kembangkan dan ingin mengembangkan pola yang sama di wilayahnya, dimana pola ini ramah lingkungan dengan menggunakan tandem dan ipal, dan ini adalah keberhasilan Pemda melalui Dinas Perikanan yang bekerjasama dengan investor” tutur Agus ADJ
Agus juga mengatakan, bahwa Budidaya tambak Udang Vannamei yang dikelola secara intensif atau moderen di Matra telah mencapai seratus hektar, dengan hasil setiap hektarnya mencapai angka 20 hingga 25 ton.
Menurutnya, apabila dalam satu hektar dibagi menjadi tiga kolam, seperti tambak percontohan yang dibuat Dirjen dari Kementerian Kelautan dan Perikanan di desa Sarjo, dengan menghasilkan panen mencapai 54 ton.
“Waktu kita panen itu tambak percontohan yang dikelola secara moderen mencapai 54 ton dengan luas dua hektar. Sementara satu kilonya Rp.100 ribu sampai Rp.130 ribu perkilonya” tandasnya. (*)


















