PAREPARE, Cyberpare.com — Call centre 112 telah menjadi andalan Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare di bidang kesehatan. Layanan ini merupakan buah pikiran Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, empat tahun lalu.
Kabag Humas dan Protokol Setdako Parepare, Amarun Agung Hamka, mengatakan, kehadiran call centre 112 bertujuan memaksimalkan pelayanan ke masyarakat, guna mendapatkan layanan medis atau kesehatan secara cepat.
“Saat ini sumber daya manusia yang bekerja di layanan call centre 112 sebanyak 74 orang yang terdiri dari koordinator 2 orang, dokter 26 orang, perawat/bidan 21 orang, Apoteker 5 orang, driver 10 orang, operator 8 orang, dan administrasi 4 orang,” beber Hamka, Senin (24/9/2018).
“Sarana pendukung dan obat-obatan yang tersedia saat ini cukup memadai, terdapat 8 unit ambulance evakuasi, 2 unit mobil jenazah dan 1 unit mobil operasional,” lanjut dia.
Menurut Hamka, layanan call centre 112 dalam empat tahun terakhir, terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2014 layanan call centre hanya mencapai 2.277 kemudian meningkat drastis di tahun 2015 menjadi 8.394 dan di tahun 2016 sudah mencapai 13.293 layanan dan di tahun 2017 layanannya mencapai 16.521.
“Keberadaan call centre 112 merupakan bentuk komitmen Pemkot Parepare memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, menjelaskan, Pemkot Parepare bakal menggabungkan layanan panggilan darurat dari tiga unit, yakni Unit Call Centre 112, Unit Damkar, dan Unit BPBD.
“Layanan terpadu Call Center itu akan disatukan dalam Call Center 112. Akan ada operator di Call Center 112 yang bertugas mengalihkan setiap aduan permohonan masyarakat ke unit tujuan pemesanan urgensi,” ujarnya.
“Euforia masyarakat sekarang menuntut untuk mendapatkan pelayanan yang prima, dan ini tanggungjawab kami sebagai pelayan masyarakat,” kata Walikota bergelar doktor hukum itu. (di)


















