banner 728x250

Dandim 1405 Serukan Regenerasi FKPPI Parepare dan Soliditas TNI-Polri

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM, PAREPARE — Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (FKPPI) Cabang 1912 Kota Parepare meneguhkan komitmen memperkuat solidaritas organisasi sekaligus mendorong regenerasi kepengurusan. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan arisan bulanan putaran kedua yang dirangkaikan dengan doa bersama dan penyampaian susunan pengurus FKPPI periode 2026–2031.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Balai Ainun Habibi, Kota Parepare, tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi. Pertemuan juga menjadi ruang konsolidasi antara pengurus, anggota, pembina, penasihat, serta sejumlah tamu undangan untuk memperkuat hubungan internal sekaligus membangun sinergi dengan TNI dan Polri.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pembina FKPPI yang juga Dandim 1405 Parepare, Letkol Inf Erwin Hidayat, S.I.P, perwakilan Kapolres Parepare, Kasat Binmas Polresta Parepare AKP Anwar, S.H. serta anggota DPRD Kota Parepare, Dra. Hj. Asmawati, yang juga merupakan kader FKPPI.

Ketua FKPPI Kota Parepare, Drs. H. Amrihin, M.Pd., turut hadir bersama jajaran pengurus, anggota dewan, Dewan Pembina dan Penasehat, serta anggota organisasi.

Mewakili Kapolres Parepare, AKP Anwar menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kapolres karena harus menjalankan tugas lainnya. Ia sekaligus menyampaikan apresiasi kepolisian atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurut Anwar, hubungan antara kepolisian dan organisasi masyarakat, termasuk FKPPI, merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia menjelaskan, kepolisian memiliki wadah kemitraan dengan masyarakat melalui Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta organisasi kemasyarakatan.

Dalam konteks tersebut, FKPPI dipandang sebagai salah satu organisasi yang memiliki kedekatan historis dengan keluarga besar TNI-Polri sehingga hubungan komunikasi dan pembinaan perlu terus dijaga.

Anwar juga merespons masukan yang disampaikan anggota DPRD Parepare dalam forum tersebut. Ia menyatakan, usulan tersebut akan diteruskan kepada pihak terkait sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan sinergi dengan keluarga besar Polri.

Sementara itu, Dandim 1405 Parepare Letkol Inf Erwin Hidayat dalam sambutannya menyoroti satu hal yang dinilai penting bagi keberlanjutan FKPPI, yakni regenerasi.

Ia melihat kehadiran anggota dalam kegiatan tersebut masih cukup didominasi generasi senior. Karena itu, Letkol Inf Erwin mendorong pengurus FKPPI agar menjadikan perekrutan dan pelibatan generasi muda sebagai salah satu prioritas program kerja.

Menurut dia, keberadaan generasi muda penting untuk memastikan organisasi tetap relevan menghadapi perubahan zaman, terutama di tengah perkembangan teknologi, digitalisasi, dan arus globalisasi.

Pelibatan generasi muda, kata dia, bukan hanya persoalan menambah jumlah anggota, melainkan juga menyiapkan kader yang mampu meneruskan nilai-nilai kebangsaan dan semangat pengabdian keluarga besar TNI-Polri.

Ia mencontohkan keterlibatan salah seorang anggota DPRD Parepare yang telah bergabung dengan FKPPI sejak usia sekolah sebagai gambaran bahwa proses kaderisasi dapat dimulai sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Letkol Inf Erwin Hidayat menyampaikan tiga pesan utama kepada jajaran FKPPI Parepare.

Pertama, ia meminta anggota terus memperkuat silaturahmi dan solidaritas. Kegiatan rutin seperti pertemuan, arisan, maupun kegiatan hiburan dan kompetisi dinilai dapat menjadi sarana mempererat hubungan antaranggota.

Kedua, FKPPI diharapkan terus menjadi mitra pemerintah serta TNI-Polri dalam mendukung berbagai program kemasyarakatan. Kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta ikut mencegah penyalahgunaan narkoba dan penyebaran informasi palsu atau hoaks.

Ketiga, ia mengingatkan seluruh anggota agar menjaga nama baik keluarga besar TNI-Polri melalui perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Letkol Inf Erwin, identitas sebagai bagian dari keluarga besar TNI-Polri harus tercermin dalam sikap dan kepatuhan terhadap aturan. Ia mencontohkan kepatuhan berlalu lintas, termasuk penggunaan helm saat berkendara, sebagai bentuk keteladanan sederhana yang harus dimulai dari diri sendiri.

Dia juga mengingatkan bahwa pemisahan Polri dari ABRI pada era Reformasi merupakan bagian dari perubahan kelembagaan negara, bukan alasan untuk memutus hubungan kebersamaan antara keluarga besar TNI dan Polri.

Secara historis, Polri secara resmi dipisahkan dari ABRI pada 1 April 1999. Proses tersebut kemudian diperkuat melalui TAP MPR Nomor VI/MPR/2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri serta TAP MPR Nomor VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan Polri. Kerangka kelembagaan tersebut selanjutnya ditegaskan melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Karena itu, menurutnya, perbedaan tugas dan kelembagaan tidak semestinya berkembang menjadi sekat yang memecah persatuan. TNI dan Polri memiliki fungsi masing-masing dalam sistem kenegaraan, tetapi keduanya tetap memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kepentingan bangsa dan negara.

Pesan tersebut juga diarahkan kepada keluarga besar FKPPI. Ia mengajak anggota tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berpotensi mempertentangkan TNI dan Polri.

Semangat kebersamaan, kata dia, harus terus dijaga sebagai bagian dari upaya memperkokoh persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Agenda organisasi kemudian dirangkaikan dengan penyampaian Surat Keputusan (SK) kolektif pengangkatan pengurus FKPPI periode 2026–2031.

Pengurus yang menerima mandat tersebut mendapatkan ucapan selamat sekaligus pesan agar menjalankan amanah organisasi secara tulus dan bertanggung jawab demi kemajuan FKPPI Kota Parepare.

Selain agenda organisasi, kegiatan juga diisi dengan lomba menyanyi dan arisan bulanan putaran kedua. Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa konsolidasi organisasi tidak selalu harus berlangsung dalam suasana formal, tetapi dapat dibangun melalui interaksi yang lebih cair dan kekeluargaan.

Pada akhirnya, pertemuan FKPPI Cabang 1912 Parepare tidak hanya menjadi agenda rutin bulanan. Di balik arisan, doa bersama dan hiburan, terselip pesan yang jauh lebih penting: organisasi membutuhkan solidaritas untuk bertahan, regenerasi untuk tumbuh, dan sinergi untuk memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Bagi FKPPI Parepare, masa depan organisasi tidak hanya ditentukan oleh mereka yang telah lama mengabdi, tetapi juga oleh kemampuan membuka ruang bagi generasi berikutnya. Di tengah perubahan zaman, semangat kekeluargaan dan kebangsaan itulah yang menjadi jembatan untuk menjaga merah putih tetap berkibar bersama.

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *