Editor : Ardiansyah
PAREPARE, Cyberpare.Com — Dalam rangka menumbuhkan rasa cinta tanah air, jiwa patriotisme serta menangkal peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa, Dandim 1405/Mallusetasi Letkol Czi Syarifuddin Sara, memberikan sosialisasi Bela Negara kepada 1100 peserta pesantren mahasiswa Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) angkatan 2017-2018.
Kegiatan itu berlangsung di Lapangan Kampus UMPAR, Jl Jenderal Ahmad Yani Km 7, Kelurahan Bukit Harapan Kecamatan Soreang Kota Parepare, Sabtu (16/9/2017).
Dalam pemaparan materi Bela Negara, Dandim 1405/Mlts menyampaikan bahwa mahasiswa peserta pesantren harus mengetahui perkembangan situasi global, regional dan Internasional.
“Hal ini sangat penting dipahami, mengingat sudah ada beberapa Negara tetangga kita yang mengalami Konflik dengan pokok persoalan energi seperti soal Blok Masela yang kaya akan Minyak Bumi, Konflik Laut Cina Selatan soal hasil Laut. Masalah itu dipicu perkembangan global dimana energi, pangan dan air mulai menipis,” terangnya.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami seperti apa Radikalisme itu, dimana tujuannya ingin merongrong Persatuan dan Kedaulatan NKRI dengan melakukan berbagai Teror.
“Persoalan yang baru-baru ini adalah persoalan ISIS Filipina Marawi yang dari Miangas lebih dekat ke Indonesia dan kemungkinan bisa masuk melalui Parepare sehingga jangan sampai kita dipengaruhi oleh kelompok kelompok tersebut bila ada hal-hal yang mencurigakan agar segera melaporkan kepada aparat yang berwajib,” jelasnya.
Untuk itu, Dandim 1405/Mlts mengajak kepada seluruh peserta pesantren agar menghindari dan memerangi Narkoba karena dapat merusak generasi muda, sehingga mahasiswa dapat terhindar dari ancaman pihak-pihak yang ingin menghancurkan generasi muda Indonesia.
Dandim juga mengingatkan agar mahasiswa tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita Hoax (berita bohong) melalui media medsos maupun media sosial. “Oleh karena itu perlu waspada karena hal ini dapat menimbulkan konflik antar anak Bangsa. Mari kita tingkatkan persatuan dan kesatuan Bangsa dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetap satu, NKRI harus tetap kokoh berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” pintanya.
Turut hadir pada kegiatan ini, Pabung Kodim 1405/Mlts, Pasi Intel Kodim 1405/Mlts, Ustadz Syaifullah (Ketua Pembina Pesantren) para panitia/pembina pesantren mahasiswa UMPAR angkatan 2017-2018 yang diikuti mahasiswa peserta pesantren Kl 1100 orang.
Muh Manik, mahasiswa peserta pesantren mengaku sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Kami (mahasiswa) dapat mengerti dan memahami arti dari Bela Negara itu sendiri, termasuk di dalamnya tahu tentang konflik Internasional, Radikalisme dan terorisme,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Nur Ainun Arsyad, mahasiswa peserta pesantren lainnya. Dia berharap agar kegiatan seperti ini dapat disosialisasikan pada momen-momen kemasyarakatan sehingga NKRI tetap kokoh. “Yang paling penting adalah memerangi Narkoba karena Narkoba dapat merusak kami selaku generasi penerus bangsa,” tandasnya. (*)


















