banner 728x250

Dari Zikir Ke Aksi: Barisan Wisata Nusantara Jadikan Maulid Titik Balik Kebangkitan Di Parepare

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM, PAREPARE, – Suasana penuh kehangatan dan kekhidmatan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H yang digelar oleh Barisan Wisata Nusantara (BWN) Kota Parepare, Sabtu (25/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung khusyuk ini menghadirkan pembawa hikmah maulid Dr. Khayadi, S.Ag., M.A., dan dihadiri para tokoh masyarakat, aktivis sosial, pegiat wisata, serta masyarakat.BMW01

Acara yang dipusatkan di Gedung Balai Ainun Habibie Kota Parepare ini bukan sekadar ajang peringatan keagamaan, melainkan momentum kebangkitan dan penyatuan visi spiritual serta sosial untuk memperkuat karakter religius Kota Parepare melalui gerakan wisata berbasis nilai-nilai Islam.

Dalam sambutannya, A. Barata Syam yang mewakili Ketua (BWN) Rosnidah Dachsan, memaparkan perjalanan panjang organisasi ini yang sebelumnya dikenal dengan nama Sahabat Wisata Nusantara.bmw02

“Kini kami bertransformasi menjadi Barisan Wisata Nusantara, membawa semangat baru untuk berkiprah lebih luas. Kami ingin menjadikan wisata Parepare bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi, spiritualitas, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa secara administratif, BWN telah menyiapkan seluruh persyaratan formal untuk segera terdaftar secara resmi di Kesbangpol Kota Parepare.bmw03

“Alhamdulillah, anggaran dasar dan rumah tangga telah rampung, berkas lengkap, dan dalam waktu dekat kami akan mendaftar ke Kesbangpol. Semoga kehadiran BWN dapat diterima sebagai mitra pemerintah dalam membangun wisata yang berkarakter,” tambahnya penuh optimisme.

Penceramah Dr. Khayadi, S.Ag., M.A. menyampaikan tausiah mendalam tentang pentingnya meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan modern. Ia menegaskan bahwa kekuatan suatu bangsa bertumpu pada tiga pilar: ulama, orang benar, dan kaum miskin.

“Ulama adalah tiang dunia. Bila ilmu dan ulama sirna, maka runtuhlah peradaban. Dunia berdiri karena ilmu, kejujuran, dan kepedulian terhadap kaum lemah. Ketiganya harus saling menopang,” ujarnya dengan suara bergetar.

“Salawat itu bukan perintah Nabi, melainkan perintah langsung dari Allah. Ketika kita bersalawat, kita sesungguhnya sedang menghidupkan cahaya kasih Ilahi di hati kita,” jelasnya disambut gemuruh “Shalawat Allah ‘Ala Muhammad” dari para jamaah.(*)

 

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *