banner 728x250

Debat Publik II Pilkada Palopo,  Soroti Isu Pengelolaan Lingkungan dan Pesisir 

banner 120x600
banner 468x60

PALOPO, Cyberpare.com — Debat Publik putaran kedua yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Kota Palopo,  Sulawesi Selatan,  berlangsung aman dan lancar, di gedung Saodenrae Convention Centre (SCC) Selasa (08/5/2018).    Dua pasangan calon wali kota dan wakil walikota Palopo  masing masing pasangan calon nomor urut 1 Judas Amir – Rahmat Masri Bandaso dan pasangan nomor urut 2 Akhmad Syarifuddin Daud – Budi Sada.

Debat publik kedua ini dipandu oleh Baharuddin Solongi, dengan mengangkat tema yakni strategi rencana pembangunan lingkungan hidup dan kebudayaan kota palopo.  Isu pengelolaan dan penataan ruang khususnya ruang pengelolaan terbuka hijau dan pesisir menjadi sorotan

Saat ditanya moderator, program kerja kedepan terkait konsep penataan ruang terbuka hijau, kedua pasangan calon akan melakukan penataan ruang dan mengelola kawasan pesisir khususnya mangrove di sepanjang garis pantai kota Palopo.

Calon Wali Kota Palopo nomor urut 2 Akhmad Syarifuddin Daud, mengatakan bahwa sesuai undang undang, Ruang Terbuka Hijau (RTH) harus tersisa 30 persen dan harus ditata dengan memperhatikan kaidah lingkungan dan prinsip kelestarian sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat setempat  seperti pengelolaan kawasan mangrove  dan sumberdaya alam laut.

“Kedepan kawasan pesisir harus kita tata dengan sebaik baiknya, karena jika tidak dikelola  akan tertinggal, sementara masyarakat yang hidup di pesisir membutuhkan apa yang dirasakan oleh masyarakat yang hidup di daerah lain. Di Palopo potensi Bakau selama ini belum dikelola dengan baik sehingga kedepan akan dikelola dengan baik untuk menjadi kawasan penyangga dan penyerapan air, dan dapat memberikan multi efek kepada masyarakat,” papar Akhmad Syarifuddin Daud.

Sementara calon wakil wali kota Palopo nomor urut 1 Rahmat Masri Bandaso,   mengatakan bahwa konsep ruang terbuka hijau di kota palopo telah terlaksana  dan harus menjadi ruang yang dapat mengurangi pencemaran udara dan menambah  estetika kota.

“Pelaksanaan konsep ruang terbuka hijau di kota Palopo selama ini sudah berjalan, dimana saat ini sudah mampu menjadi dan dapat mengurangi pencemaran atau polusi, dan nampak memperindah kota atau estetika,” jelas Rahmat Masri Bandaso.

Salah seorang panelis,  Bachrianto Bachtiar,  ahli perikanan Universitas Hasanuddin Makassar, mengatakan bahwa jawaban para kandidat cukup memenuhi secara umum apa yang ditanyakan oleh moderator, namun kedepan jika salah satu dari mereka terpilih harus melihat lingkungan kota Palopo menjadi satu wawasan holistik.

“Jadi cara pandang lingkungan hulu dan hilir yang bersinergi, karena di Palopo ini hulu dan hilir  itu sangat dekat, jadi apa yang terjadi di hulu langsung terasa di hilir , berbeda dengan daerah lain hulunya jauh dengan hilir, jadi harus terintegrasi program lingkungannya kedepan,” ujarnya.(Amran / Effendy)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *