PASANGKAYU, Cyberpare.com — Demo yang Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kabupaten Pasangkayu terlibat saling dorong dengan aparat kepolisian, Senin (26/03-18).
Sekitar 60 orang mahasiswa, awalnya mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) untuk meminta DPRD Pasangkayu memanggil Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk meminta kejelasan tentang tidak dianggarkannya Dana Hibah Bantuan Sosial (Bansos) kemahasiswaan atau penyelesaian study.
“Kami datang kesini hanya untuk meminta DPRD sebagai perwakilan rakyat, guna mempertemukan kami dengan TAPD atau OPD yang menangani urusan dana bansos, agar kami dapat mendengar langsung menjelasan mereka”, tutur Ichal sebagai Korlap dari aksi tersebut.
Usai berorasi didepan Kantor DPRD Pasangkayu, masa pendemo diarahkan oleh beberapa anggota DPRD untuk menghadap langsung Bupati.
Dihalaman Kantor Bupati, Mahasiswa semakin bersemangat mempertanyakan tentang penganggaran Dana Hibah Bansos, namun berdasarkan informasi perwakilan dari Bupati. Mereka hanya bisa menerima lima Perwakilan Mahasiswa saja, sehingga membuat Massa kecewa.
Kekecewaan Massa tersebut ingin dilampiaskan dengan melakukan pembakaran ban. Namun aksi tersebut langsung dilerai oleh pihak aparat, sehingga terjadilah aksi saling dorong dan nyaris ricuh antara Mahasiswa dan Aparat.
Terkait aksi saling dorong tersebut,Kapolres Mamuju Utara (Matra), AKBP. Made Ary Pradana yang turun langsung mamantau jalannya aksi mengatakan, bahwa demo hari ini tidak ada aksi anarkis. Namun aparat hanya mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan.
“Ini adalah area perkantoran dan mahasiswa memaksakan diri ingin membakar ban. Terlebih lagi, dititik tadi sangat dekat dengan mesin genset dan tangki mobil, tentu saja ada reaksi cepat dari aparat untuk menghalanginya”, terang Kapolres.
Dengan pengalaman dan kepiawaiannya, dalam waktu singkat, Kapolres Pasangkayu, AKBP. Made Ary Pradana berhasil menenangkan massa, sehingga mahasiswa kembali berorasi seperti biasa.
Made Ary juga menambahkan, personil yang diturunkan untuk pengamanan aksi demo, sebanyak 90 orang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan massa yang bersifat anarkis.(Tomy / Effendy)


















