Laporan : Tomy / Agustin Effendy
KENDARI, Cyberpare.com — Ratusan masyarakat Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) selaku Rumpun Nelayan Rumput lait di Kab.Konawe Selatan, terlibat bentrok dengan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) saat aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Selasa (5/12/2017) siang.
Bentrokan antara demonstran aksi Rumpun Nelayan Rumput Laut Kecamatan Tinanggea ini, dipicu ketika puluhan anggota Sat Pol PP menghalangi Demonstran yang berupaya menerobos ke dalam kantor Gubernur Sultra. Akibatnya, perkelahian kedua belah pihak tidak terhindarkan.
Salah seorang Anggota Sat Pol PP yang tidak diketahui identitasnya, nyaris menjadi bulan-bulanan demonstran, Namun berhasil lolos melarikan diri dari kejaran Demonstrans yang sudah emosi itu.
Beruntung aparat Kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi kejadian, berhasil meredam aksi demonstran dan mengendalikan situasi sehingga bentrokan tidak berlanjut.
Diketahui, sebelum bentrokan itu pecah, demonstran menggelar unjuk rasa dengan tertib, saat menyampaikan aspirasi dalam kasus dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan PT Baula Petra Buana di Desa Akuni, Kecamatan Tinanggea, Konsel.
Eewin, Koordinator Lapangan Aksi Rumpun Nelayan Rumput Laut, menyesalkan sikap anggota Sat Pol PP yang menganiaya salah seorang massa yang berunjuk rasa. Padahal, pihaknya hanya ingin menyampaikan aspirasi terkait pencemaran lingkungan yang dilalukan PT Baula Petra Buana.
“Kami hanya meminta kepada Sekretaris Sat Pol PP untuk melakukan mediasi kepada Plt Gubernur Sultra, Saleh Lasata. Maksud kami adalah, meminta kepada pemerintah agar segera menutup dan mencabut PT Baula Petra Buana, karena dinilai merusak pesisir nelayan rumput laut di Desa Akuni, Kecamatan konsel” terang Erwin.(*)


















