
CYBERPARE.COM, PAREPARE — Sejumlah pelaku usaha yang tergabung dalam Aliansi Pembela UKM dan UMKM di Parepare, Sulawesi Selatan, turun ke jalan menyuarakan aksi penolakan kebijakan Pemerintah Kota Parepare.
Kebijakan Pemerintah Kota Parepare soal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang dianggap tidak berjalan dengan efektif, dibuktikannya dengan angka terkonfirmasi Covid-19 di Parepare yang masih bertambah.
Para demonstran yang terdiri dari sejumlah kalangan pengusaha ini kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-harinya, karena anjloknya omset selama pembatasan ruang gerak pengusaha diberlakukan hingga saat ini.
“Lebih baik mati karena Corona dari pada mati karena kelaparan. Mana janji-janji pak walikota, kalau tuntutan kami tidak diterima, sebaiknya bapak walikota mundur saja dari jabatannya,” ucap salah seorang ibu sambil menitikkan air mata, Senin (1/2/2021).
Hal yang sama dilontarkan oleh salah satu demonstran mengungkapkan, bahwa dirinya telah lelah dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Parepare.
“Kami telah lelah, apa yang menjadi tempat pencari makan kami telah hilang pak walikota. Kami baru buka, malah disuruh tutup,” teriaknya.
Sekedar diketahui, para demonstran yang menolak kebijakan Pemerintah Kota Parepare ini memulai aksi di depan Patun Cinta Sejati Habibie Ainun, kemudian berpindah ke depan Kantor Walikota Parepare dan berakhir di Kantor DPRD Parepare.
Terlihat ratusan aparat dari Polres Parepare beserta jajaran dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi. (AU)


















