banner 728x250

Dewan Pers Ingatkan Media Edukasi Publik Terkait Wabah Virus Corona

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM, JAKARTA– Sebaran virus corona atau Covid-19 yang masif membuat para penyaji berita atau wartawan menjadi dilema.

Di satu sisi punya tanggung jawab untuk menyajikan informasi akurat kepada masyarakat, di sisi lain khawatir turut jadi korban yang terjangkit virus mematikan tersebut, Rabu 18/3/2020

Ketua Dewan Pers, Muh Nuh meminta kepada seluruh media Cetak, Tv, Online dan sebagainya untuk memberikan edukasi kepada publik perihal informasi Covid-19 atau virus Corona.

Namun, juga harus berlandaskan dengan Undang Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri Dewan Pers, Agus Sudibyo mengingatkan kepada rekan wartawan bahwa masyarakat sangat membutuhkan informasi terkini soal wabah Covid-19.

“Media harus bisa melakukan ajakan kepada masyarakat dalam bentuk penyebaran informasi yang benar tentang Corona itu sendiri, tentang penyebaran Corona dan dampak dampak dari Corona itu,” katanya

Kata dia, edukasi yang diberikan kepada masyarakat merupakan hal penting agar tak terjadi kepanikan dan tetap waspada meskipun virus Corona telah masuk ke Indonesia.

Sementara, Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri Dewan Pers, Agus Sudibyo mengingatkan kepada rekan wartawan bahwa masyarakat sangat membutuhkan informasi terkini soal wabah Covid-19.

Ini artinya wartawan harus tetap bekerja mencari, mengolah dan menyajikan berita.

“Sebagian bahkan harus tetap bekerja di lapangan untuk menembus sumber, meliput on the spot dan memantau keadaan,” terangnya dalam akun Facebook pribadinya.

Agus Sudibyo menyadari bahwa wartawan memang menjadi rawan terpapar Covid-19 jika terjun ke lapangan. Namun demikian, di satu sisi masyarakat juga berhenti disajikan informasi yang akurat.

“Bahkan (sajian informasi) semakin urgent di kala situasi genting seperti sekarang ini,” tambah Head of New Media Research Center Akademi Televisi Indonesia (ATVI) itu.

Untuk itu, dia meminta kepada wartawan yang bertugas untuk tetap menjaga kondisi kesehatan. Wartawan tidak boleh memaksakan diri saat keadaan tubuh sudah memberikan sinyal untuk istirahat.

“Periksakan diri ketika ada tanda-tanda mencurigakan dalam tubuh anda,” saran Agus Sudibyo.

Menurutnya, perusahaan media bertanggung jawab untuk menjamin keselamatan para wartawan, khususnya yang bekerja di lapangan.

Namun yang tak kalah penting, lanjutnya, wartawan jangan sampai menyebarkan informasi spekulatif, simpang siur, hoaks.

“Wartawan, pers adalah garda depan bangsa Indonesia dalam mengatasi pagebluk (wabah) corona ini. Mari berkontribusi sesuai dengan bidang masing-masing,” pungkasnya. (uk)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *