banner 728x250

Di Bawah Terik Mattirotasi, TNI dan Rakyat Bersatu Menjaga Wajah Pesisir Parepare

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM,PAREPARE — Deru ombak di pesisir Mattirotasi, Kota Parepare, berpadu dengan suara cangkul dan sapu yang digerakkan serempak oleh prajurit dan warga. Di bawah terik matahari, personel Koramil 1405-03/Bacukiki turun langsung membersihkan kawasan jalan poros dan pesisir pantai, menegaskan bahwa kehadiran TNI tidak hanya identik dengan pertahanan, tetapi juga pengabdian sosial yang nyata.

Kegiatan karya bakti tersebut dipimpin langsung oleh Danramil 1405-03/Bacukiki, Kapten Cba (K) Nurhaena. Bersama masyarakat Kelurahan Labukkang, mereka membersihkan area di sekitar Jalan Mattirotasi, Kecamatan Ujung kawasan strategis yang menjadi salah satu ruang publik favorit warga sekaligus ikon pesisir Kota Parepare.

Aksi bersih-bersih itu menyasar tumpukan sampah di sepanjang jalan poros dan bibir pantai. Tujuannya jelas: menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, baik bagi masyarakat setempat maupun pengunjung yang menikmati panorama laut di kawasan Taman Mattirotasi.kodim01

Dalam keterangannya, Danramil menegaskan bahwa karya bakti merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI AD. “Kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan sebagai bentuk kontribusi nyata membantu masyarakat sekaligus menjaga kebersihan dan keindahan wilayah binaan,” ujarnya.

Secara kelembagaan, kegiatan tersebut selaras dengan peran Tentara Nasional Indonesia sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, yang menegaskan bahwa selain menjalankan tugas pertahanan, TNI juga memiliki fungsi membantu pemerintah daerah dalam berbagai aspek, termasuk penanggulangan dampak lingkungan dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Konsep kemanunggalan TNI dan rakyat menjadi fondasi utama pendekatan teritorial yang selama ini dijalankan di berbagai daerah.

Di sisi lain, isu kebersihan pesisir bukan perkara sepele. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam berbagai laporan nasional menunjukkan bahwa kawasan pantai dan pesisir kerap menjadi titik akumulasi sampah, terutama plastik, yang berdampak pada ekosistem laut dan kualitas hidup masyarakat sekitar. Karena itu, keterlibatan berbagai unsur pemerintah, aparat, dan warga menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Partisipasi aktif warga Labukkang dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kesadaran kolektif mulai tumbuh. Sejumlah warga mengaku terbantu dengan kehadiran TNI yang tidak sekadar memberi imbauan, tetapi ikut bekerja di lapangan. Mereka berharap sinergi seperti ini tidak berhenti pada satu momentum, melainkan menjadi agenda rutin yang memperkuat solidaritas sosial.

Bagi Kota Parepare, yang dikenal sebagai kota kelahiran Presiden ke-3 RI B.J. Habibie dan memiliki garis pantai sebagai salah satu daya tarik utama, kebersihan kawasan pesisir merupakan investasi jangka panjang. Ruang publik yang terawat bukan hanya meningkatkan kualitas hidup warga, tetapi juga mendukung citra kota dan potensi ekonomi lokal.

Karya bakti di Mattirotasi itu mungkin terlihat sederhana memungut sampah, memangkas rumput, merapikan tepian jalan. Namun di baliknya tersimpan pesan yang lebih besar bahwa kolaborasi adalah kekuatan. Ketika aparat dan masyarakat berdiri sejajar, bekerja dengan tujuan yang sama, maka kebersihan bukan sekadar slogan, melainkan gerakan bersama yang mengakar.

Di tengah tantangan lingkungan yang kian kompleks, langkah kecil yang konsisten sering kali menjadi fondasi perubahan besar. Dan di pesisir Mattirotasi, perubahan itu dimulai dari kebersamaan.

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *