banner 728x250

Diduga Banyak Kebocoran PAD, Wali Kota Diminta Evaluasi UPTD Parkir

banner 120x600
banner 468x60

PAREPARE, CYBERPARE.COM — Menjamurnya lahan parkir di pusat Kota Parepare tuai kritikan sejumlah pihak. Selain menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di waktu tertentu, warga juga mengeluhkan lantaran di sepanjang Jl Bau Massepe, Sultan Hasanuddin dan Andi Makkasau yang merupakan pusat pertokoan, nyaris seluruhnya dijumpai tukang parkir.

Hal tersebut tidak sebanding data resmi Dinas Perhubungan (Dishub) setempat yang mencatat hanya 81 titik parkir yang tersebar di Kota Parepare.

Menjamurnya lahan parkir di Parepare disiyalir adanya ulah sejumlah oknum dinas terkait yang diduga keras ‘bermain’ dalam pengelolaan pajak dan retribusi parkir.

Salah seorang pengusaha pelayaran di Parepare, H Syamsul Latanro (HSL), turut angkat bicara menyikapi semrawutnya pengelolaan parkir yang diduga banyak ‘kebocoran’ terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Parepare lantaran diduga dimainkan oknum tertentu.

Menurutnya, target PAD Parepare dari sektor parkir tahun ini senilai Rp.640 juta dan terdata hanya 81 titik parkir resmi di Dishub dinilai sangat tidak wajar dengan melihat padatnya arus kendaraan di Parepare saat ini, baik roda dua maupun roda empat.

“Kalau hanya 81 titik parkir yang resmi terdata di dishub dengan target Rp.640 juta pertahun, itu sangat tidak wajar. Melihat kondisi perparkiran saat ini, pendapatan PAD parkir Parepare bisa mencapai Rp.1 miliar pertahun,” ujar HSL saat ditemui di salah satu warkop, Rabu (29/5/2019) malam.

Olehnya itu, HSL yang juga Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih (Macab LMP) Kota Parepare ini meminta Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Parkir Dishub Parepare.

“Bapak Wali Kota perlu mempertimbangkan Kepala UPTD parkir dengan mencari orang baru. Nanti bisa dilihat perbandingannya, berapa realisasi pendapatan parkir yang dikelola UPTD sebelumnya dengan UPTD yang baru. Pasti kelihatan berapa pendapatan parkir yang tidak masuk diakal kalau tidak sampai Rp.1 miliar per tahun,” urai HSL.

Dia menambahkan, berdasarkan hasil survey pihak LMP di seluruh titik parkir di Parepare, terdapat kurang lebih 200 titik parkir.

“Ini tidak boleh dibiarkan, jangan sampai ada oknum yang bermain dan memperkaya diri. Bayangkan saja kalau ternyata ada ratusan titik parkir ilegal di Parepare yang sudah tentu pendapatannya tidak masuk ke kas daerah,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Parepare, Mustafa, membenarkan jumlah titik parkir resmi yang terdata di Dishub sebanyak 81 titik. “Sesuai data resmi kami (Dishub) tercatat ada 81 titik parkir di Parepare,” terangnya.

Mantan Kepala Badan Kesbangpol yang baru saja diplot menjabat Kadis Perhubungan Parepare ini, mengaku optimis bakal mencapai target PAD parkir tahun ini.

“Saya akan bekerja maksimal dan yakin kami capai target, bahkan over target. Banyak yang mesti dibenahu, termasuk beberapa staf yang saya geser di kantor karena kerjanya tidak beres. Soal desakan evaluasi UPTD itu sepenuhnya kewenangan bapak wali kota,”. (ard)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *