PAREPARE, Cyberpare.com — Imbas kenaikan Dollar memicu tingginya harga Bahan baku Pembuatan Tempe dan tahu. Kacang Kedelai yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan Tempe dan Tahu, membuat pengusaha pasokan Bahan makanan ini mengeluh.
Salah satu pengusaha Tahu dan Tempe di Kota Parepare yang ikut merasaka dampak kenaikan harga bahan baku yang diimpor dari Amerika ini adalah Suryana.
Pengusaha Bahan Makanan di Kelurahan Wattang Soreang, Kecamatan Soreang ini, mengaku tingginya nilai Kurs Dollar mempengaruhi Pasokan Bahan baku kedelain untuk usahanya.
“Ya kenaikan Dollar itu, memberikan pengaruh, terhadap usaha kami, Bahan baku tempe dari Kacang Kedelai, yang diimpor dari Amerika sangat berdampak luas, yang secara tidak lanhsung biaya produksi kami meningkat, tentunya mensiasati itu kami harus naikka harga Produk tahu dan tempe, atau mempertahankan harga namun merubah ukuran produksinya” Ungkap Suryana.
Pengaruh kenaikan dollar otomis mempengaruhi kenaikan harga kedelai, kedelai yang biasanya dibeli dengan Rp. 8.000 /kilogram kini naik Rp. 8.200 – Rp.8.400 / Kg nya. Tak jarang ada kalangan kami harus merugi jika mempertahankan harga dan ukuran produk.
Keluhan yang sama juga dirasakan, Nanda Purnedi, Pengusaha tahu tempe, Ia mengaku kenaikan harga kedelai dari Rp. 7.900 hingga Rp. 8.400 / Kg nya. Untuk jenis kedelai impor , dan mengimbangai biaya produksi, kami memperkecil ukuran produksi tahu dan tempe, terangnya. (Mas / Effendy)


















