CYBERPARE.COM, PAREPARE – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sulawesi Selatan terus memperkuat perannya dalam mendorong terciptanya hubungan industrial yang harmonis sekaligus meningkatkan kapasitas kelembagaan pekerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui agenda pemantauan ketenagakerjaan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) serta kunjungan studi pengembangan koperasi ke Jakarta yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Sekretaris DPD KSPSI Sulawesi Selatan, Abdul Muis, SH menjelaskan bahwa dirinya mendapat mandat mewakili Federasi NIBA sebagai delegasi DPD KSPSI Sulawesi Selatan dalam Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit untuk melaksanakan pemantauan ketenagakerjaan di Kabupaten Sidrap.
Menurut Abdul Muis, kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Juli 2026, dengan melibatkan koordinasi bersama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidrap. Tim dijadwalkan mengunjungi tiga perusahaan guna memantau kondisi hubungan industrial, mengidentifikasi berbagai persoalan ketenagakerjaan, serta mengevaluasi efektivitas penanganan yang dilakukan oleh instansi terkait.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan pelaksanaan hubungan kerja berjalan sesuai ketentuan, sekaligus melihat bagaimana pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja menangani berbagai persoalan ketenagakerjaan. Seluruh hasil pemantauan nantinya akan menjadi bahan laporan kepada pemerintah provinsi,” ujar Abdul Muis.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam kerangka LKS Tripartit, sebuah forum kerja sama yang mempertemukan unsur pemerintah, serikat pekerja, dan organisasi pengusaha untuk membangun dialog sosial dalam penyelesaian berbagai isu ketenagakerjaan. Dalam pelaksanaan tugas tersebut, Abdul Muis akan didampingi Sulkifli Tahir selaku perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Selatan.
Selain agenda pemantauan di Sidrap, DPD KSPSI Sulawesi Selatan juga akan mengikuti kunjungan studi pengembangan koperasi di Jakarta pada 5–7 Agustus 2026. Program yang difasilitasi melalui LKS Tripartit bersama Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Selatan itu bertujuan mempelajari tata kelola koperasi modern, strategi penguatan kelembagaan, serta praktik-praktik terbaik yang berpotensi diterapkan di Sulawesi Selatan.
Abdul Muis menilai penguatan koperasi merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja. Melalui studi tersebut, peserta diharapkan memperoleh wawasan baru mengenai pengelolaan koperasi yang profesional, transparan, dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi anggota.
Di sisi lain, Abdul Muis mengungkapkan bahwa rangkaian kunjungan DPD KSPSI Sulawesi Selatan ke sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Enrekang, Kabupaten Sidrap, Kota Parepare, Kabupaten Gowa, dan Kota Makassar sendiri, juga menjadi bagian dari konsolidasi organisasi menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Federasi Serikat Pekerja NIBA KSPSI Pembaharuan.
Rakernas tersebut dijadwalkan berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di All Nite & Day Hotel, Provinsi Banten, dan akan menjadi forum strategis untuk membahas arah kebijakan organisasi, memperkuat sinergi antardaerah, serta merumuskan berbagai program kerja dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan di masa mendatang.
Melalui rangkaian agenda tersebut, DPD KSPSI Sulawesi Selatan menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya mengawal perlindungan hak-hak pekerja melalui mekanisme dialog sosial, tetapi juga memperkuat pemberdayaan ekonomi pekerja melalui pengembangan koperasi. Langkah ini diharapkan mampu memperkokoh hubungan industrial yang sehat, meningkatkan kesejahteraan pekerja, sekaligus mendorong terciptanya iklim ketenagakerjaan yang lebih produktif dan berkeadilan di Sulawesi Selatan.(*)


















