CYBERPARE.COM, PAREPARE – Suasana haru dan semangat konsolidasi mewarnai pertemuan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sulawesi Selatan bersama jajaran DPC KSPSI dan federasi-federasi di Parepare. Dalam forum tersebut, DPD KSPSI tidak hanya menyampaikan belasungkawa atas wafatnya suami Ketua DPC KSPSI Parepare, Andi Mariani, tetapi juga menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi buruh di tengah dinamika internal dan tantangan gerakan pekerja saat ini.
“Atas nama DPD KSPSI dan keluarga besar KSPSI Sulawesi Selatan, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada Ibu Andi Mariani dan keluarga,” ujar perwakilan DPD KSPSI Sulsel dalam sambutannya.
DPD berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Doa bersama pun menjadi pembuka dalam agenda yang sekaligus diisi dengan silaturahmi dan konsolidasi organisasi tersebut.
Namun lebih dari sekadar seremoni, forum itu menjadi ruang evaluasi dan penguatan arah gerakan organisasi. DPD KSPSI Sulsel menilai perkembangan organisasi di Parepare menunjukkan tren positif dibanding beberapa periode sebelumnya yang sempat diwarnai persoalan internal dan lemahnya koordinasi antarstruktur.
Menurut DPD, tantangan utama organisasi buruh saat ini bukan hanya soal ekspansi keanggotaan, melainkan bagaimana membangun sinergi yang sehat antara konfederasi dan federasi. Karena itu, seluruh federasi diminta mengesampingkan ego sektoral dan memperkuat komunikasi organisasi.
“Federasi tidak bisa berjalan sendiri tanpa DPC Konfederasi, begitu pula sebaliknya. Semua harus saling menopang dalam satu payung besar KSPSI,” tegasnya.
DPD juga menekankan bahwa perekrutan anggota di tingkat sektor melalui PUK (Pimpinan Unit Kerja) harus menjadi fokus utama federasi. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat posisi tawar serikat pekerja di tengah perubahan dunia kerja dan dinamika hubungan industrial yang semakin kompleks.
Di sisi lain, forum tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga marwah organisasi. DPD mengingatkan agar perbedaan kepentingan antar-federasi tidak berkembang menjadi konflik internal yang justru melemahkan perjuangan pekerja.
“Jangan mempertahankan pola-pola lama yang tidak mau bersinergi. Kita ini keluarga besar KSPSI. Di internal mungkin ada banyak federasi, tetapi di mata publik dan pemerintah, semuanya tetap dipandang sebagai KSPSI,” katanya.
Pesan itu menjadi relevan mengingat organisasi buruh saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari perlindungan tenaga kerja, pengawasan hak normatif pekerja, hingga penguatan posisi serikat di perusahaan. Dalam konteks tersebut, DPD menilai koordinasi lintas struktur menjadi kebutuhan mutlak.
Forum juga membahas peluang penguatan gerakan buruh melalui regulasi daerah, termasuk kemungkinan optimalisasi Peraturan Daerah (Perda) untuk memperkuat akses dan perlindungan pekerja di perusahaan. Namun DPD mengingatkan agar regulasi tidak dijadikan alat tekanan yang kontraproduktif.
“Perda harus menjadi ruang sinergi, bukan alat untuk saling mematikan. Yang dibutuhkan adalah komunikasi dan interaksi yang sehat antara pekerja, organisasi, dan perusahaan,” ujarnya.
Selain itu, persoalan administratif organisasi turut menjadi perhatian, khususnya terkait Surat Keputusan (SK) kepengurusan federasi yang dinilai perlu tetap ditembuskan ke DPC KSPSI sebagai bentuk koordinasi struktural.
DPD menegaskan bahwa meskipun federasi memiliki otonomi dalam pengelolaan internal, secara organisatoris seluruh federasi tetap berada dalam keluarga besar KSPSI dan harus menjaga hubungan koordinatif dengan konfederasi di daerah.
“Kalau ada anggapan federasi bisa berdiri sendiri tanpa berinteraksi dengan DPC, kami tidak sepakat. Secara struktur dan perjuangan, semuanya tetap bagian dari KSPSI,” tegas perwakilan DPD.
Dalam kesempatan itu, DPD juga mengapresiasi sejumlah kemajuan organisasi di Parepare, termasuk keterlibatan aktif KSPSI dalam berbagai agenda bersama pemerintah daerah dan stakeholder lainnya. Konsolidasi yang mulai terbangun dinilai menjadi modal penting untuk memperbesar pengaruh gerakan buruh di wilayah tersebut.
Di akhir pertemuan, DPD KSPSI Sulsel menyerahkan santunan uang duka sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi proses penguatan organisasi hingga ke tingkat cabang dan federasi.
Pertemuan itu ditutup dengan harapan agar seluruh elemen KSPSI di Sulawesi Selatan tetap menjaga persatuan, memperkuat koordinasi, dan terus hadir sebagai kekuatan yang memperjuangkan kepentingan pekerja secara kolektif dan bermartabat.


















