PAREPARE, Cyberpare.com — Pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Parepare, Sabriani ST. Menyalahkan warga atas runtuhnya lantai Jembatan Duiker penghubung Jalan Bau Massepe di Kelurahan Cappa Galung (Depan Swalayan Cahaya Ujung) Kota Parepare, Sabtu, pukul 19.00 Kemarin.
“Warga terlalu cepat pindahkan palangnya, padahal umur beton belum cukup 28 hari. Sepertinya baru sepuluh, hari sudah dibuka masyarakat, dengan pertimbangan mau tahun baru. Alasannya banyak kendaraan yang mau melintas.” jelasnya kepada media di lokasi Duiker yang sementara dibongkar untuk diperbaiki ulang, Minggu siang.
Menurut Sabriani, Posisi Plat Duikker yang jebol itu, tepat pada sambungan duiker yang sebelumnya sudah lebih dahulu dikerjakan. Karena mutu beton yang memang belum cukup umur dan terus dilalui kendaraan akhirnya berlubang.
Sebelumnya, kita juga sudah perintahkan ke Rekanan agar diperhatikan dan beri palang, hanya saja hingga jembatan ini dibuka untuk umum, pihak Pelaksana dan Instansi terkait, tidak ada Upaya peneguran yang dilakukan untuk menegur warga, jika palang penghalang itu memang dibuka Warga.
Meski pihak PUPR menegaskan jika Spesifikasi pengerjaanya, semuanya sudah sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Seperti penggunaan besi 14 diganti menjadi besi 16, terang Sabriani lagi.
Diketahui Proyek Rehab Duiker ini, dianggarkan sekitar Rp.180 Juta dari dana DAU 2017 lalu. Dan sudah ducairkan sekitar 80 % dari total Anggaran (Rp.120 Juta) dan untuk perbaikan ini, masih tanggungan Pihak Rekanan, hingga 6 bulan kedepan (Januari – Juni 2018), terang Sabriani.
Sementara Laonding, warga sekitar mengaku, tidak ada pihak atau Warga yang sengaja melakukan pembukaan palang batasan penggunaan Duikker, hanya saja, saat palang itu dibuka, hingga runtuh tidak ada unsur terkait yang melakukan peneguran, jika hal itu memang dianggap salah.
“Kenapa tidak ada dari pihak Pemerintah, atau Dinas Terkait yang menegur rekanan atau kembali menutup atau memasang palang, biar Duikker itu tidak dilewati umum, jangan usai runtuh Pemerintah seenaknya menuduh Warga” kesal Laonding yang mengaki rumanhya tak jauh dari lokasi Duikker.
Runtuhnya Lantai Duikker yang menghubungkan jalan Bau Massepe ini, diakibatkan Satu Unit Mobil Truk roda 4 yang angkut beras, melintas di Jalan ini sekitar pukul 19.00, Kondisi Duikker yang lantainya mulai retak, mengakibatkan truk bermuatan beras ini, terperosok dalam Duikker, sehingga mengakibatkan Truk ini harus dievakuasi yang sebelumnya memindahkan muayannya ke truk lain.(Chulk / Effendy)


















