CYBERPARE.COM, PAREPARE – Suasana malam di Kelurahan Lapadde, Kota Parepare, Minggu (22/2/2026), mendadak berubah sunyi dan tegang. Seorang tenaga sukarela Puskesmas ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya, memunculkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan warga sekitar.
Korban diketahui bernama Arsandi, S.Kep, seorang tenaga sukarela yang bertugas di Puskesmas (PKM) Lauleng. Ia ditemukan dalam kondisi tergantung pada kusen jendela kamar kosnya di wilayah RT 04 RW 08, tepatnya di belakang Toko Syafaat, sekitar pukul 20.30 WITA.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, korban pertama kali ditemukan dalam posisi tergantung menggunakan seutas kabel pengisi daya (charger). Saat ditemukan, korban mengenakan kaos biru dan celana pendek berwarna krem.
Hasil pemeriksaan luar di lokasi menunjukkan ciri-ciri yang lazim ditemukan pada kasus asfiksia akibat gantung diri, di antaranya lidah menjulur keluar. Petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik lain pada tubuh korban dalam pemeriksaan awal.
Identifikasi dilakukan langsung di tempat kejadian perkara sebelum jenazah dievakuasi.
Sejumlah rekan kerja korban di PKM Lauleng menyampaikan bahwa korban diduga tengah menghadapi persoalan pribadi. Dari keterangan yang dihimpun, tindakan tersebut diduga kuat dipicu oleh masalah asmara.
Namun demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak berwenang terkait hasil penyelidikan mendalam atas peristiwa tersebut.
Dalam setiap kasus kematian tidak wajar, aparat penegak hukum pada umumnya akan melakukan serangkaian prosedur, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi, hingga autopsi untuk memastikan penyebab kematian secara medis dan forensik. Langkah tersebut penting guna menghindari spekulasi dan memastikan kepastian hukum.
Pihak keluarga korban secara resmi menyatakan menolak dilakukan autopsi dan menerima peristiwa ini sebagai musibah. Dengan adanya penolakan tersebut, proses pemeriksaan lanjutan secara forensik tidak dilaksanakan.
Jenazah kemudian diberangkatkan menuju rumah duka di Desa Maroangin, Kabupaten Enrekang, untuk dimakamkan.
Kepergian Arsandi meninggalkan luka mendalam, khususnya bagi rekan-rekan sejawatnya di lingkungan pelayanan kesehatan. Sebagai tenaga sukarela, ia dikenal aktif membantu pelayanan masyarakat.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa persoalan kesehatan mental dan tekanan psikologis sering kali berlangsung secara sunyi dan tidak terdeteksi lingkungan sekitar. Dukungan keluarga, sahabat, dan tempat kerja menjadi faktor penting dalam mencegah tragedi serupa.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional berat atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional melalui fasilitas kesehatan terdekat atau layanan konseling yang tersedia. Mencari pertolongan bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah berani untuk menyelamatkan diri.
Peristiwa ini menjadi catatan duka bagi warga Lapadde dan sekitarnya, sebuah tragedi serupa yang belum lama terjadi disalah satu cafe di Parepare menyisakan keheningan sekaligus keprihatinan yang mendalam, mengajak semua pihak untuk lebih peka terhadap kondisi batin sesama.(*)


















