banner 728x250

Empat Kali Diundang Rapat, Bedah Rumah Penjual Siomay Tak Kunjung Terlaksana

banner 120x600
banner 468x60

Editor : Ardiansyah

PAREPARE, Cyberpare.Com — Jumadi, seorang penjual siomay yang bermukim di Kelurahan Bukit Harapan Kecamatan Soreang Kota Parepare Sulawesi Selatan, hanya bisa pasrah meratapi kondisi rumahnya yang sudah rusak parah.

Bahkan, sebagian rumahnya terpaksa ia biarkan tanpa atap yang ambruk lantaran habis termakan usia. Dinding dari anyaman bambu juga sudah berlubang di sana sini.

Sungguh ironi, nasib Jumadi lagi-lagi menambah daftar deretan potret kemiskinan di Kota kelahiran Presiden RI ke-3 BJ Habibie yang notabene bertagline Peduli.

Parahnya lagi, Jumadi mengaku sudah 4 (empat) kali ikut rapat soal program bantuan bedah rumah, namun lagi-lagi Jumadi hanya bisa termenung dan meratapi janji-janji program bedah rumah yang tak kunjung terlaksana.

Di rumah yang reot itu, Jumadi tinggal bersama istri dan 3 anaknya. “Sudah tiga tahun begini pak. Saya cuma jualan siomay, penghasilan pas-pasan hanya untuk makan. Mana cukup beli bahan bangunan,” ungkap Jumadi lirih, Rabu (25/10/2017).

Namun demikian, Jumadi termasuk beruntung dibandingkan sederet warga miskin lainnya di Parepare lantaran kondisi ekonomi keluarga Jumadi terpantau pihak kelurahan, dan tahun ini dia mendapat raskin.

Jumadi menceritakan, ia telah dijanji mendapat bantuan bedah rumah oleh Pemkot setempat sejak bulan puasa lalu. Kelengkapan berkaspun juga telah ia siapkan, namun hingga kini bantuan yang sangat dia butuhkan itu tak kunjung datang.

“Sudah empat kali saya ikuti rapat pak. Waktu rapat ketiga di Kelurahan Bukit Harapan, di situ disampaikan ada 75 rumah yang akan dibedah dan saya salah satunya. Rapat terakhir di Rujab Walikota tanggal 28 bulan 7 lalu, tapi sampai sekarang tidak ada,” cerita Jumadi bersedih.

Camat Soreang Muhammad Nurjani berjanji menyampaikan ke Dinas terkait, mengenai kejelasan kapan Jumadi akan mendapatkan bantuan bedah rumah itu.

“Program bedah rumah itu bertahap pak, jadi mungkin tahun depan. Kami akan bahas ini bersama kelurahan dan dikoordinasikan dengan Dinas terkait. Akan saya pantau,” janji Nurjani. (*)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *