banner 728x250

FAS Teringat Perjuangan Ibunda Tercinta di Hari Kartini

banner 120x600
banner 468x60

PAREPARE, Cyberpare.Com — Memaknai hari lahir Raden Ajeng Kartini yang diperingati setiap tahun di Indonesia pada 21 April, Calon Walikota Parepare, Faisal Andi Sapada (FAS), teringat perjuangan almarhum ibunda tercintanya, Andi Siti Nurhani Sapada.

Selain berjuang membesarkan anak-anaknya, Siti Nurhani juga merupakan pejuang kaum perempuan di Sulawesi Selatan pada masa perjuangan menuju kemerdekaan kala itu.

Ibunda FAS juga pencipta Tari di tanah Bugis-Makassar. Meski dimasa perjuangannya ruang gerak perempuan dibatasi termasuk pagelaran tarian, terlebih jika ia seorang keturunan bangsawan.

Berkat perjuangan dia, perlahan ruang geraknya pun mulai mendapat titik terang, dan akhirnya perempuan Sulsel bisa tampil membawakan seni budaya dikancah nasional.

Dia merupakan salah satu penari Istana Negara semasa pemerintahan Presiden Soekarno. Atas prestasi dan pengabdiannya, Andi Siti Nurhani Sapada menerima penghargaan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Republik Indonesia pada 2009.

Kecintaan Siti Nurhani terhadap seni tidak sampai disitu. Ia kemudian membuka sekolah sanggar seni bagi putri-putri di Ujungpandang yang kini berganti nama Makassar.

Dari puluhan tarian yang ia ciptakan, beberapa diantaranya akrab dipraktekkan disetiap kegiatan-kegiatan resmi pemerintahan utamanya saat penyambutan tamu, yakni tari Pakarena, Pattuddu, Padendang, Bosara, Pabbekkenna, Pattennung, Dendang-Dendang, Pasuloi, Angina Mamiri dan lainnya.

Selaku putra dari ibu pejuang. Faisal mengingatkan agar tidak menyia-nyiakan perjuangan para kaum wanita yang telah melahirkan, membesarkan dan mendidik anak-anaknya.

“Jasa ibu tidak mungkin bisa dibalas, untuk itu jangan pernah sia-siakan perjuangan wanita, paling tidak perjuangan untuk keluarganya,” ujar Faisal, Sabtu (21/4/2018).

Menurutnya, emansipasi wanita patut dihargai. Sumbangsih pikiran dan tenaganya patut diberi apresiasi. Terbukti sudah banyak kaum wanita yang jadi pejabat bahkan sukses menjadi kepala daerah maupun kepala negara.

“Pertahankan emansipasi wanita ini salah satu wujud penghargaan bagi kaum wanita, memberi kesempatan berkarya merupakan bentuk penghargaan dan penghormatan bagi kaum wanita,” tandasnya. (ardi)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *