PAREPARE, Cyberpare.com — Kelangkaan bahan bakar Liguid Petroleium Gas (LPG) jenis 3 Kg yang disubsidi pemerintah untuk konsumsi masyarakat miskin. Membuat sejumlah Ibu Rumah Tangga (IRT) terpaksa beralih ke Kayu bakar untuk memasak.
Seperti yang dilakukan Salah seorang IRT di Wilayah Tonrangeng, Kelurahan Lumpue Kecamatan Bacukiki. Sumiaty IRT ini mengaku terpaksa beralih ke Kayu bakar untuk memasak karena “hilangnya” Pasokan Gas 3 Kg di tingkat pengecer, itu terjadi sekitar 3 pekan terakhir.
Kayu bakar sendiri, diperoleh warga dari Pantai yang terbawa ombak dan dihutan hutan kisaran Tonrangeng, itu dilalukan karena kurangnya jatah pada pangkalan gas di daerah mereka, yang biasanya hanya dijatah 3 tabung gas per harinya..
IRT ini mengaku, meski menggunakan kayu bakar agak sulit, karena mesti mencari kayi bakar dihutan dan bisa membuat mata perih karena asapnya. Namun warga mengaku tidak ada pilihan lain sejak terjadinya kelangkaan gas, ungkap Sumiaty.
Selain Sumiaty, warga lainnya juga mengalami hal yang sama, seperti pengakuan Hadijah IRT ini mengaku kesulitan mendapatkan Gas, ”
Kami kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 Kg. Sehingga kami terpaksa memasak menggunakan kayu bakar” terang Warga Kelurahan Lumpue ini. (Mas / Effendy)


















