CYBERPARE.COM, PAREPARE – Langkah cepat diambil Pemerintah Kota Parepare merespons keluhan pedagang soal tumpukan sampah di Pasar Lakessi.
Kepala Dinas Perdagangan Hj. Andi Wisna, turun langsung ke lapangan, menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk mengarahkan aksi bersih-bersih massal, Selasa (28/4/2026) pagi.
Sejak pukul 07.00 WITA, aroma tak sedap yang biasa menyengat di blok sayur dan ikan Pasar Lakessi perlahan hilang.
Penyebabnya, puluhan personel gabungan menyisir setiap sudut pasar. Ada yang menyapu, menyemprot, mengangkut sampah, hingga mengeruk saluran drainase yang tersumbat.
Hj. Andi Wisna tampak tak canggung memegang pengeras suara, mengarahkan petugas sekaligus mengedukasi pedagang.
“Kita bersihkan hari ini, tapi kuncinya ada di kita semua. Jangan buang sampah sembarangan. Pasar bersih, pembeli nyaman, dagangan laris,” tegasnya di sela kegiatan.
Aksi gercep ini berawal dari laporan warga yang viral di media sosial Minggu malam. Foto tumpukan sampah di area belakang pasar memicu reaksi netizen.
Tak sampai 12 jam, tiga OPD langsung bergerak. DLH menurunkan 2 unit armada truk sampah dan 15 petugas kebersihan. Damkar mengerahkan 1 unit mobil water canon untuk menyemprot lantai pasar dan selokan yang menghitam.
Kepala DLH Kota Parepare, Susianna, mengatakan sinergi ini penting. “Sampah pasar itu khas basah, cepat busuk kalau telat angkut satu hari saja dampaknya besar.
Makanya kita buat pola jemput bola bareng Disdag,” ujarnya sambil memantau penyemprotan.
Sementara itu, Kabid Damkar Parepare, Frans, menambahkan, penyemprotan air bertekanan tinggi efektif mengangkat sisa sampah yang menempel di jalan biar tidak bau dan lalat berkurang,” jelasnya.
Aksi ini tak berhenti di bersih-bersih. Hj. Andi Wisna langsung menggelar rapat singkat dengan koordinator pasar, UPTD, dan perwakilan pedagang.
Disepakati 3 langkah
yakni, Penambahan kontainer sampah di 4 titik rawan.
Jadwal buang sampah wajib pukul 17.00–18.00 WITA setiap hari agar diangkut DLH malam hari.
Patroli kebersihan gabungan Disdag-DLH tiap pagi.
“Kami tidak mau kejadian ini terulang. Pasar Lakessi itu jantung ekonomi Parepare. Harus jadi percontohan pasar tradisional yang bersih dan sehat,” tegas Andi Wisna.
Wali Kota Parepare H. Tasming Hamid, S.E., M.H. mengapresiasi gerak cepat tiga OPD tersebut. “Ini contoh birokrasi yang melayani. Ada masalah, langsung turun, selesaikan, buat solusi permanen. Jangan tunggu viral baru kerja,” pesannya via telepon.(*)



















