PAREPARE, Cyberpare.com — Lahan yang rencananya akan dijadikan sebagai lokasi museum BJ Habibie, yang terletak di Jalan Abdul Jalil Habibie, Kota Parepare, masuk tahap konsinyasi. Pasalnya belum deal, harga yang ditetapkan oleh tim apprasial tidak sesuai dengan harga yang dikeluarkan Bank Negara Indonesia (BNI).
Sekedar diketahui, museum BJ Habibie akan dibangun di atas lahan tempat kelahiran Habibie, yakni di rumah dinas BNI.
“Iya, sekarang kami menuju proses konsinyasi. Sebelum itu, kita kumpulkan dulu berkas-berkas yang dibutuhkan,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Penataan dan Pengadaan Lahan Dinas PKPP Parepare, Ulfah Lanto saat ditemui diruangannya, Senin (26/11/2018).
Disebutkan, anggaran yang disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) untuk pembebasan lahan tersebut kurang lebih berkisar Rp3 miliar, sedangkan harga yang ditetapkan oleh BUMN kurang lebih Rp5 miliar.
“Pihak BNI tidak menolak pembebasan lahannya, tapi yang menjadi masalah disini harga yang sudah ditetapkan appraisal. Karena, istilahnya dibuku neraca mereka itu harga lahan tersebut Rp5 miliar, jadi kalau mereka setujui harga yang apprasial tentukan, nanti bisa jadi temuan untuk mereka. Sehingga, kita harus melalui proses konsinyasi. Mereka tidak keberatan, apapun putusan pengadilan,” jelas Ulfa.
Museum BJ Habbie digadang-gadang akan menjadi ikon yang merupakan satu-satunya di dunia. Pasalnya, di dalam museum akan ada tekhnik pembuatan pesawat, dokumentasi pesawat-pesawat yang dibuat Habibie dan hal-hal yang berkaitan dengan Presiden ke-3 RI ini. (di)


















