banner 728x250

Hujan Tak Redam Semangat, Lebih 500 Jamaah Padati Safari Subuh Majelis Syuhada di Masjid Nurussamawati Parepare

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM,PAREPARE-  Hujan gerimis tak menyurutkan semangat ratusan jamaah. Masjid Jami Nurussamawati di Jl. Nurussamawati, depan RS Umum Andi Makkasau, Kelurahan Bumi Harapan, dipenuhi lautan manusia saat  Safari Shalat Subuh Berjamaah, Majelis Syuhada Parepare, Jumat subuh 15 Mei 2026.

Sejak pukul 04.00 Wita, masjid yang berarti “Cahaya Langit” itu sudah padat. Sebanyak 17 shaf di dalam masjid penuh, koridor dan teras pun tak luput jadi tempat jamaah berbaris rapi.

Tokoh masyarakat setempat, Takdir Abduh, menyebut daya tampung masjid sekitar 500 orang. Hari itu, lebih dari 50 jamaah meluber ke koridor. Totalnya, lebih dari 500 orang hadir menghidupkan Subuh.

“Ini peningkatan luar biasa. Kunjungan pertama Majelis Syuhada hanya 30 jamaah, kedua lebih 300 orang, dan hari ini masjid penuh sampai luar,” kata Ketua DKM Nurussamawati, H. Muhammad Husain, SP, dalam sambutan.

Ia menyampaikan terima kasih khusus kepada Dewan Syuro Majelis Syuhada, H. Pangerang Rahim, Wakil Wali Kota Parepare di masanya, serta H. Suyuti dan Yusuf Lapanna, Wakil Ketua DPRD Parepare, yang terus peduli pada pembangunan masjid.

Tausiyah SESAT: Serius dan Santai
Tausiyah Subuh dibawakan Ustadz H. Haeruddin, S.Pd.I, MA, Kamad MTs Al Badar Bilalangnge sekaligus Ketua MWC NU Kecamatan Soreang Parepare. Dengan tema SESAT, ia mengingatkan agar hidup tidak dibawa terlalu berat.

“Hidup ini jangan semua hal dibawa serius. Fokus ibadah dan kerja, sisanya nikmati dengan santai. Kalau terlalu serius nanti stres, tapi kalau terlalu santai nanti malas dan ketinggalan banyak hal,” ujarnya disambut tawa jamaah.

Ia juga menyelipkan filosofi kopi. “Kopi itu mau menang sendiri. Saat disajikan, orang bilang kopi hitam atau kopi panas. Jarang yang ingat ada gula di dalamnya. Begitu juga manusia, jangan sombong. Sombong itu penyakit hati yang membuat Allah murka dan manusia menjauh.”

Ustadz Haeruddin mengajak jamaah meneladani tangan. “Tangan kanan banyak menerima manfaat, tapi tangan kiri yang urus pekerjaan ‘bersih-bersih’. Meski berbeda fungsi, keduanya saling membantu berirama. Tangan kanan bahkan rela memberi arloji untuk dipakai tangan kiri. Begitulah seharusnya kita hidup, saling bantu tanpa merasa lebih tinggi.”

Menjaga Sejarah 999 Masjid Soeharto
Muassis Majelis Syuhada, H. Bakhtiar Syarifuddin, SE, bersyukur masjid tetap penuh meski hujan mengguyur.

“Alhamdulillah, hujan bukan penghalang. Ini rahmat Allah yang patut disyukuri. Masjid Nurussamawati ini bagian dari 999 masjid peninggalan Presiden Soeharto, dibangun 1986 melalui Yayasan Amal Bakti Pancasila. Menjaga masjid ini berarti menjaga sejarah peradaban Islam di Parepare,”ujarnya.

Ia juga mengapresiasi Dishub Kota Parepare dan Satlantas Polresta Parepare yang membantu mengatur parkir dan lalu lintas. Jalan Nurussamawati merupakan jalur evakuasi RS Umum Andi Makkasau, sehingga kelancaran lalu lintas menjadi prioritas.

Agenda Selanjutnya,
Untuk ke depan, safari subuh akan diperluas. Minggu depan, Pejuang Subuh dijadwalkan hadir di Masjid Suppa, Pinrang. Tanggal 5 Juni 2026, seusai Lebaran, rombongan akan bertandang ke Masjid Belawa, Kabupaten Wajo.

“Kami mohon maaf karena banyak masjid luar Parepare yang minta dikunjungi. Kami akan atur ulang sesuai skala prioritas yang mendesak,” kata Bakhtiar.

Kehadiran Majelis Syuhada diharapkan tak hanya meramaikan masjid, tetapi juga menguatkan budaya sedekah Subuh. memperbarui silaturrahim, dan menumbuhkan semangat memakmurkan rumah Allah di tengah masyarakat.(*)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *