CYBERPARE.COM, PAREPARE — Setelah dianggap menyesatkan dan menjadi perbincangan hangat adanya pernyataan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek pembangunan Rumah Sakit Hasri Ainun Habibie tahap Ke 3 yang berinisial JN, yang mengatakan progres pekerjaannya sudah mencapai 100 persen, namun faktanya progres pekerjaannya hanya berkisar 75 persen. Sabtu, 23/11/2019
Menanggapi hal tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesia Care (Incare) Parepare, yang diketuai oleh Andi Ilham mengatakan, Pernyataan seorang pejabat sekelas PPK proyek pembangunan Rumah Sakit regional yang sedang berlangsung di Kota Parepare saat ini, yang mengeluarkan pernyataan bahwa progres pembangunan telah 100% dan kemudian dianulir dengan alasan lelucon sungguh sangat ironi menurutnya.
“Karena sepenggal kalimat yang terucap oleh seorang PPK sekaitan kemajuan pekerjaan pada proyek yang mereka handle, adalah merupakan pernyataan resmi bukan sekedar pepesan kosong,” Katanya
Kata dia, mengingat ini adalah proyek andalan Pemkot, guna merealisasikan visi misi Walikota terpilih seharusnya pihak PPK bisa menjaga lisannya sehubungan jawaban dari pertanyaan yg diberikan oleh kalangan masyarakat.
“Tidak boleh asal saja , artinya ketika PPK memberikan penjelasan atau jawaban yang tidak Falid atau tidak benar maka ini dapat dikategorikan sebagai Informasi Tidak benar (Hoax).
“Apa salahnya jika ada masyarakat mempertanyakan progres proyek tersebut karena diketahui bahwa proyek tersebut menggunakan APBD ( daerah/ Provinsi atau APBN ) sah-sah saja, karena dijamin oleh konstitusi bahwa masyarakat berkewajiban mengawasi jalannya proses pembangunan,” Tegas Andi Ilham.
Dia pun meminta kepada bapak Wali Kota (Taufan Pawe) maupun Kepala Dinas (Kadis) agar menertibkan para pejabat yang senantiasa melakukan manuver yang sifatnya Blunder, agar tidak menimbulkan penafsiran negatif khususnya pada tataran tingkat profesionalisme seorang pejabat (PPK) masa proyek Ratusan Miliar dianggap sebuah LELUCON. (uk)


















