PAREPARE, Cyberpare.Com — Terobosan yang dilakukan Pemerintah Kota Parepare dengan menambah jatah beras masyarakat sejahtera (Rastra), diapresiasi daerah lain.
Terbukti, daerah lain siap mencontoh dan datang mengkonsultasikan kebijakan ini ke Parepare.
Hal ini diungkap Wakil Ketua I DPRD Kota Parepare, M Rahmat Sjamsu Alam, Senin (19/3/2018).
Kebijakan pusat, Rastra itu dijatah hanya 10 kg per rumah tangga atau KK. Namun Pemkot Parepare mengeluarkan kebijakan sendiri dengan menambah 5 kg, menjadi 15 kg per KK.
“Itu terobosan, dan menjadi satu-satunya di Indonesia. Makanya daerah lain datang mengkonsultasikan ke Parepare,” ungkap Ketua DPC Partai Demokrat Kota Parepare ini.
Dia menyebutkan, kalaupun ada masalah di lapangan, seperti jatah Rastra itu dibagi-bagi, itu hanya ulah oknum.
“Jangan terus menyalahkan pemerintah, karena pemerintah sudah berupaya memperjuangkan masyarakatnya dengan menambah jatah Rastra,” tegas Ato, sapaan akrab Rahmat.
Calon Walikota Parepare petahana, Taufan Pawe (TP) dalam beberapa kali kampanyenya mengatakan, sudah menyampaikan ke pemerintah pusat, bahwa masyarakat Parepare tidak mengenal Rastra 10 kg, yang ada Rastra 15 kg.
Olehnya itu, Taufan sudah meminta restu pemerintah pusat untuk menambah, dan disetujui.”Soal kualitas beras yang kadang dipelintir lagi, itu kan dari Bulog. Bulog tidak mungkin mengeluarkan beras yang tidak berkualitas,” tandas Taufan. (culk)


















