LUWU, Cyberpare.com — Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Luwu 2018 Kepolisian Polres Luwu Sulawesi Selatan Rabu Siang (20/12/2017) melakukan simulasi pengamanan TPS. Simulasi dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan pada Pilkada mendatang dan mengukur kesiapan personil keamanan dan penyelenggara tingkat PPS
Pelaksanaan Pilkada yang diharapkan aman, pihak kepolisian mengawal proses pilkada termasuk penyaluran logistik dan pengamanan pelaksanaan pemungutan suara di TPS.
Dalam simulasi tersebut salah seorang warga keberatan dengan pihak penyelenggara karena tidak dapat melakukan pencoblosan sebab tidak mendapat panggilan untuk memilih
Pendukung salah satu pasangan calon keberatan dan mendatangi TPS dengan membawa senjata tajam, Polisi yang berada di lokasi langsung melerai pelaku, namun massa salah satu pasangan calon tiba tiba muncul, polisipun berusaha menghalau. Massa tetap saja melakukan perlawanan bahkan berusaha untuk mengambil kotak suara.
Bantuan Polisi yang tiba di lokas, berusaha mengamankan kotak suara dengan membawa ke kantor kecamatan untuk diamankan. Dalam kejadian tersebut salah seorang panitia PPS jatuh akibat kena pukulan dan harus dibawa ke rumah sakit terdekat, sementara dua orang provokator berhasil diamankan polisi dan kini dibawa ke kantor polsek setempat .
Pihak kepolisian Polres Luwu siap mengawal keamanan di TPS sebanyak 925. Dari 925 TPS terdapat TPS kategori aman sebanyak 722, kategori rawan satu 195 TPS dan kategori rawan dua sebanyak 12 TPS.
Kapolres Luwu, AKBP Dwi Santoso, mengatakan bahwa simulasi tersebut diperlihatkan kesiapsiagaan petugas kepolisian dalam mengantisipasi gangguan keamanan dan meminimalisir jatuhnya korban jika sewaktu waktu terjadi kericuhan.
“ Kami sudah memetakkan kerawanan di TPS, mulai dari Aman, rawan satu dan Rawan dua, meski demikian tentunya kita semua berharap, kondisi pada sebelum dan pelaksanaan Pilkada nantinya berjalan aman dan kondusif,” ujarnya.(Amran / Effendy)


















