Reporter : Tomy / Agustin Effendy
MATRA, Cyberpare.com — Salah satu Kerukunan Masyarakat di Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Kota Pasang Kayu. “A Bulo Sibatang” Melakukan Revitalisasi dan Reposisi Pengurus dan Pandangan hidup dan berada ditengah tengah masyarakat Mamuju Utara.
Revitalisasi dan Reposisi Kerukunan yang didominasi Warga Asal Makassar, hidup dan tinggal di Matra ini, Bertujuan untuk lebih pada Tataran Kerja kerja Sosial Kemasyarakatan ditengah Masyarakat.
Adam Kawilarang, Ketua Kerukunan Masyarakat Makassar “A Bulo Sibatang” di Matra. mengatakan, A Bulo Sibatang adalah salah satu rumpun keluarga besar yang dikenal di Sulawesi, bahkan catatan sejarahnya dikenal hingga pelosok Negeri, sebagai salah satu Rumpun keluarga yang ahli dalam memimpin.
“Bukan hanya keberaniannya tetapi juga karena kecerdasan dan kepintarannya, orang Makassar juga disegani Dunia karena kemampuan kepemimpinannya” Kata Adam Kawilarang.
Dari potensi Masyarakat Makassar umumnya itu, Ia menilai Kerukunan “A Bulo Sibatang” perlu Revitalisasi dan Reposisi kembali, dengan prinsip A’Bulo Sibatang, A’cera Sitongka-tongka, Siri’ Na Pacce” prinsip ini mempelihatkan identitas diri Masyarat Makassar pada umumnya, terang Rahim alias Adam Kawilarang ini.
Dijelaskannya, alasan Reposisi masyarakat Makassar “A Bulo Sibatang” karena saat ini, kita semakin menjauh dari kearifan lokal dan nilai-nilai Budaya, padahal sesungguhnya Budaya adalah Perekat, Pemersatu dalam konteks keBhinnekaan,
“Kedepan,warga Makassar harus mampu menunjukkan identitasnya dengan cara mengabdi kepada Pemerintahan Kabupaten Matra, sesuai dengan bidang kemampuan dan potensi diri masing masing” harap Adam Kawilarang.
Terpisah Dewan Pembina Kerukunan Masyarakat Makassar “A’bulo Sibatang” H M. Natsir mengatakan, Pemberdayaan Komunitas Masyarakat sangat penting, ketika kita menengok kebelakang sejak pembentukan Matra ini memang ada beberapa simpul-simpul Komunitas yang hidup (Matra-red) baik itu dari Makassar, Bugis, Mandar, Jawa, Lombok, Jambi dan Bali dan sejumlah Komunitas masyarakt yang hidup dan menetap di Matra.
“Dari situ Pemerintah Daerah mesti meneguhkan prinsip, Matra untuk semua dan sebaliknya semua untuk Matra, sehingga tidak tercipta ke kotak kotakan Komunitas Masyarakat yanh ada di Kabupaten Mamuju Utara ini” harap H.M.Nasir ini.(**)


















