CYBERPARE.COM, PAREPARE — Virus Corona atau Covid-19 terus merebak dan menjadi kekhawatiran masyarakat khususnya di Kota Parepare.
Jalur laut yang menjadi alternatif perantau, pengunjung, penumpang atau pun barang, yang berasal dari daerah Kalimantan masuk ke Kota Parepare ini, utamanya melalui Pelabuhan Nusantara Parepare.
Namun sampai saat ini Pelindo Parepare dinilai kurang peduli terhadap penyebaran wabah Covid-19 di pelabuhan Parepare. Hal tersebut diungkap oleh anggota DPRD Parepare Rudy Najamuddin setelah mengecek aktivitas di pelabuhan Parepare.
“Minggu lalu kami ke pelabuhan dan menghimbau untuk melakukan pencegahan, tapi hari ini tidak ada perubahan. Ada disiapkan pintu disinfektan tapi belum berfungsi,” katanya.
Kata politisi PPP ini, banyak penumpang yang tidak disterilkan turun dari kapal, kemudian Pelindo tidak membentuk Satgas internal pelabuhan dalam pencegahan Covid-19.
“Mereka hanya berharap kepada BNPB dan Dinas Kesehatan Parepare, kalau masalah uang Pelindo adalah otoritas. Seharusnya juga pencegahan Corona, Pelindo juga berlakukan otoritas membentuk Satgas dibantu oleh Pemda, ada penumpang yang panasnya 38 malah di lepas, harusnya di isolasi,” tegas Ketua Komisi III DPRD Parepare, Rudy Najamuddin, Senin 30/3/2020.
Lanjut Rudy mengatakan, pelabuhan harus diperketat, terutama disinfektan dibuat semacam lorong agar penumpang di sterilkan.
“Kami rekomendasikan pelabuhan ditutup atau lock down dan Kepala Pelindo di copot, kalau Pelindo tidak melakukan pencegahan sesuai prosedur WHO. Yang harus diantisipasi sekarang adalah Pelabuhan, Bandara, Pasar, Terminal dan Pelayanan,” pungkasnya.
Menurut legislator Partai PPP ini, satu-satunya pintu masuk sekarang ke Parepare yang rawan adalah Pelabuhan, makanya Pelabuhan harus di perketat. (UK)


















