banner 728x250

Kisah Mira Selamatkan Bayi dan Anaknya Dari Angin Puting Beliung.

banner 120x600
banner 468x60

SIDRAP,Cyberpare.Com–Bencana Angin puting yang merusak 23 rumah warga sempat terlihat oleh warga Ana Banna, Kabupate Sidrap, Sulawesi Selatan. Walau tak ada korban jiwa, namun ada cerita penyelamatan seorang ibu menyelamatkan bayinya saat rumahnya diobrak abrik angin puting beliung.

Adalah Ibu Mira, warga Desa Ana Banna, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, menyelamatkan bayinya bernama Shinta yang masih berumur 3 bulan saat rumahnya diporak porandakan oleh angin Puting beliung yang melanda desanya.

“ Saat kejadian, Bayi saya Shinta sedang tertidur. Saya kemudian ingin menyiapkan makanan kepada suami saya yang masih bekerja di sawah. Saya lihat rumah sudah digoyang angin. Shinta bayi saya kemudian saya peluk dan mebawanya turun ke rumah panggun saya. “ Kata Mira, Sabtu (21/4/2018).

Walau bertubuh gemuk, Shinta sang bayi menjadi obat kuat dan kemudian lari dari amukan puting beliung yang merusak rumah warga. Kata Mira, hanya dalam wakut detik puluhan rumah warga rusak.

Usaia menyelamatkan Shinta sang bayi, Mira kemudian mengingat salah seorang anaknya bernama Citra yang masih berumur 2 tahun, sedang bermain dibawa kolong rumanya. Melihat yang lagi memegang kepala karena terkena benda dari reruntuhan rumah.

Sebelum rumah saya runtuh, sambil menggendong Shinta Bayinya, Ibu Mira juga sempat menyelamatkan anaknya Citra yang masih berumur 2 tahun. Saat keduanya aman dan mereka mencari tempat yang aman, baru kemudian ruman mereka roboh dan rata dengan tanah.

“ Di Desa ini rumah saya yang terparah terdampak Puting Beliung, kini rumah saya sudah dibongkar karena 95 persen mengalami kerusakan. Beruntung kedua anak saya selamat dari amukan angin puting beliung. Kepala Citra berdarah terkana reruntuhan kayu rumah,.” Aku Mira.

Rumah dan barang barang milik ibu Mira tak banyak lagi yang bisa diselamatkan. Walau begitu ia masih bersyukur karena kedua anaknya selamat dari bencana. Kini keluarga Mira, terpaksa harus mengungsi ke rumah tetangga, karena tidak punya rumah lagi.(*)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *