banner 728x250

Komisi V DPR RI Nilai Kebijakan Pemerintah Terkait B30 Hanya Tipu Muslihat

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM, JAKARTA — Anggota Komisi V DPR-RI, Bambang Haryo Soekartono, mengkritik kebijakan pemerintah yang akan memberlakukan BBM Biodiesel B30 dengan dalih subtitusi impor.

Menurut Bambang, kebijakan pemerintah itu hanya tipu muslihat dan tidak mendasar, karena saat ini Indonesia baru diberlakukan BBM B20.

“Ini adalah yang pertama di Dunia, karena semua negara di Dunia hanya menggunakan B5,B7, sampai dengan B10, seperti misalnya Kanada, Malaysia, Argentia,India dan Australia” kata Bambang.

Bambang melanjutkan, bahwa dampak Multiplayer effect kenaikan biodiesel diatas 10 persen berakibat fatal terhadap semua mesin-mesin industri dan transportasi, karena minyak biodiesel diatas 10 persen merusak mesin.

“Bisa terjadi ruang bakar kotor, saringan dan injector cepat rusak, mesin panas dan lainnya sehingga akan berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia secara keseluruhan” ujarnya.

Selain itu, kata Anggota DPR-RI yang disebut-sebut berpotensi untuk menjadi Wali Kota Surabaya ini, bahwa subtitusi impor yang dikatakan berpengaruh besar, kenyataanya sangat kecil, karena solar adalah bagian kecil dari impor migas, yakni hanya 4,6 juta ton per tahun, sedangkan total migas 50,4 juta ton per tahun.

Bambang menambahkan, Impor migas Indonesia hanya 15 persen dari impor non-migas. Dimana impor non-migas tahun 2018 sebesar 29.868 juta USD, jadi subtitusi biodiesel B20, B30 dan B100 pun tidak akan berdampak signifikan terhadap nilai impor Indonesia, tetapi justru akan menghancurkan.

Bambang pun menduga, kebijakan pemberlakuan Biodiesel B30 persen itu, Pemerintah terkesan berpihak pada kapitalis tanpa mementingkan masyarakar secara luas termasuk keselamatannya. (di)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *