CYBERPARE.COM, PAREPARE — Menyambut peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Parepare menggelar kegiatan sosial berupa pasar murah dan cek kesehatan gratis. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian serikat pekerja terhadap kondisi ekonomi dan kesehatan masyarakat di tengah tekanan harga kebutuhan pokok.
Kegiatan yang diinisiasi Panitia May Day 2026 itu melibatkan sejumlah federasi di bawah naungan KSPSI. Rangkaian agenda tersebut merupakan hasil koordinasi dan audiensi dengan berbagai instansi terkait, sekaligus tindak lanjut dari rapat internal lintas federasi. Fokus kegiatan diarahkan pada aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok pekerja dan warga berpenghasilan rendah.
Sekretaris Panitia May Day 2026, Asnar Nonci, yang juga Wakil Ketua DPC KSPSI Kota Parepare, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-53 KSPSI sekaligus momentum memperkuat peran sosial organisasi.
“Pasar murah dan cek kesehatan gratis ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian sekaligus kontribusi nyata KSPSI kepada masyarakat dalam menyambut May Day 2026,” ujar Asnar.
Ia mengakui, pelaksanaan kegiatan masih memiliki sejumlah kekurangan. Namun, panitia menilai capaian saat ini cukup menggembirakan, terutama dari sisi partisipasi masyarakat dan dukungan lintas sektor.
Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang turut berkontribusi, antara lain Perum Bulog, Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Polresta Parepare, serta Pemerintah Kota Parepare. Dukungan tersebut dinilai krusial dalam memastikan distribusi bahan pokok dan layanan kesehatan berjalan lancar.
Kepala Bidang Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Parepare, Akibar, menilai kegiatan ini berjalan efektif dan tepat sasaran. Menurut dia, intervensi pasar melalui kegiatan semacam ini penting untuk menjaga keterjangkauan harga sekaligus membantu masyarakat.
“Kegiatan pasar murah ini sangat baik karena benar-benar menyentuh masyarakat. Bahkan, ini menjadi salah satu pengambilan beras dalam jumlah cukup besar oleh organisasi, yang menunjukkan keseriusan pelaksanaannya,” katanya.
Ia berharap ke depan KSPSI dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan sosial, sehingga dampaknya semakin luas dan berkelanjutan.
Selain layanan kebutuhan pokok dan kesehatan, kegiatan ini juga diramaikan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu yang mencuri perhatian adalah Buma Coffee (Bugis Makassar Kopi), yang menjadi satu-satunya tenant UMKM dalam kegiatan tersebut.
Owner Buma Coffee, Sanusi Beddu, mengungkapkan bahwa antusiasme pengunjung cukup tinggi. Dalam waktu sekitar dua jam, produknya berhasil terjual lebih dari 100 cup.
“Respons masyarakat sangat baik. Varian yang paling diminati adalah kopi sacha inchi, karena memiliki cita rasa khas dan manfaat kesehatan dari kandungan omega 3, 6, dan 9,” ujarnya.
Selain itu, kopi gula aren dan matcha latte juga menjadi favorit pengunjung, terutama kalangan ibu rumah tangga. Sanusi menambahkan, produk Buma Coffee direncanakan akan dikembangkan melalui pola kemitraan (franchise) dan dijadwalkan mulai diluncurkan pada awal Mei 2026, telah mengantongi izin PIRT dan sertifikasi halal.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan pergeseran pendekatan peringatan May Day di Parepare tidak semata aksi demonstratif, tetapi juga aksi kolaboratif yang memberi dampak langsung. Di tengah tantangan ekonomi, langkah konkret seperti ini menjadi penanda bahwa solidaritas pekerja dapat hadir dalam bentuk yang lebih solutif, menyentuh, dan berkelanjutan.


















