Kunjungi Kedatuan Luwu, Wisatawan Mancanegara Kenakan sarung 

PALOPO, Cyberpare.com — Sebanyak 167 wisatawan mancanegara  bersandar di pelabuhan Tanjung Ringgit Kota Palopo  Sulawesi Selatan  dengan menggunakan kapal pesiar Mv Seabourn Sojourn, Jumat (06/4/2018).

Para wisatawan mancanegara ini akan menikmati alam kota Palopo dan menyaksikan budaya khas Palopo dengan mengunjungi istana pusat Kedatuan Luwu Palopo dengan berjalan kaki dan menggunakan becak khas kota Palopo.

Di Istana Kedatuan Luwu Palopo,  para wisatawan ini disambut dengan dipakaikan sarung khas yakni sarung Sabbe.  Setiap wisatawan mancanegara wajib menggunakan sarung untuk masuk kedalam area istana. Pemberian sarung pada wisatawan mancanegara ini diberikan secara cuma cuma  sebagai cinderamata.

Sarung Sabbe bagi warga kota Palopo untuk masuk kedalam area Istana merupakan salah satu ciri khas budaya, yang perlu dipakai, etrutama dalam kegiatan budaya.

Sebelum melihat atau menyaksikan isi didalam istana,  para wisatawan dijamu dan diberi arahan oleh pihak pemerintah kota dan pihak istana Kedatuan, seperti lokasi lokasi wisata kota Palopo, dan aturan aturan yang berlaku, merekapun menyimak dengan baik, dengan cara duduk layaknya warga Palopo yang menggunakan sarung.

Selain itu, para wisatawan manca negara ini juga dijamu dengan atraksi tarian tarian khas Sulawesi Selatan umumnya dan kota Palopo khususnya seperti tari Pajaga dan tari Paduppa.  Atraksi tarian khas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan mancanegara bahkan merekapun ikut menari.

Salah satu wisatawan USA, Arleen Bob, mengatakan bahwa dalam perjalanan pesiarnya, baru pertama kali masuk ke Kota Palopo.

“Saya hanya mengetahui Kota Palopo dari beebrapa informasi dimedia, dan ternyata kota Palopo sangat indah dan bersahabat, memiliki budaya yang khas dan menarik untuk dikunjungi,” kata Arleen Bob.

Kepala dinas Pariwisata Kota Palopo  Andi Enceng,  mengatakan bahwa kedatangan wisatawan mancanegara kali ini adalah yang pertama selama tahun 2018 menggunakan kapal Pesiar, jika tahun tahun sebelumnya mereka sampai 3 kali datang menggunakan kapal pesiar.  Para  wisatwan umumnya dari Amerika dan Eropa.

“Kedatangan ini merupakan peluang yang perlu digarap maksimal karena kunjungan wisatawan akan berdampak pada peningkatan sektor pariwisata kota Palopo.” Jelasnya.

Lanjut Enceng, bahwa wisatawan yang masuk ke Istana Kedatuan Luwu, diharuskan menggunakan sarung sesuai budaya warga Palopo.

“Jadi kiat memperkenalkan sarung khas kepada mereka sekaligus memperkenalkan tata cara memakainya dan penggunaannya dalam istana, dengan demikian mereka yang masuk kedalam istana semua memakai sarung,” paparnya.(Amran / efendy)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Lewat ke baris perkakas