banner 728x250

Legislator PKB Ini Sebut Pelabuhan Parepare Beresiko Membawa Virus Corona

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM, PAREPARE — Virus Corona atau Covid-19 terus merebak dan menjadi kekhawatiran masyarakat khususnya di Kota Parepare.

Jalur laut yang menjadi alternatif perantau, pengunjung, penumpang atau pun barang, yang berasal dari daerah Kalimantan masuk ke Kota Parepare ini, utamanya melalui Pelabuhan Nusantara Parepare.

Idealnya memang pelabuhan juga menjadi salah satu yang ditutup guna memutus penularan corona antar wilayah atau negara. Namun pada kenyataannya banyak faktor penting yang membuat pelabuhan sangat vital peranannya.

Namun sampai saat ini, aktivitas di Pelabuhan Parepare seperti mobilitas bongkar muat penumpang atau pun barang masih terus dilakukan,
padahal pelabuhan di Parepare adalah salah satu pintu masuk warga pendatang dari Kalimantan dan Malaysia.

Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi III DPRD Parepare, Andi Muh Fudail mengatakan, tentunya pemerintah pusat dalam hal ini PT Pelindo kiranya memikirkan lebih serius lagi akan resiko yang dialami oleh suatu daerah khususnya di Kota Parepare ini.

“Apabila pengangkutan kapal laut terus dilakukan yang dimana penumpang tersebut bisa jadi membawa Virus Corona. Bukan hanya muatan manusia yang beresiko membawa Virus, tapi muatan barang barang bawaan, dan bahkan juga tidak tertutup kemungkinan muatan kendaraan yang apabila tak dilakukan Penyemprotan itu bisa juga membawa Virus,” ujarnya, Minggu 29/3/2020.

Legislator dari PKB ini sangat mengapresiasi langkah cerdas yang diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare dan Pelindo dengan melakukan
penyemprotan desinfektan terhadap seluruh penumpang serta barang bawaannya, serta melakukan pemeriksaan suhu tubuh penumpang yang turun di pelabuhan Parepare ini.

“Kita memberi apresiasi kepada pemerintah dengan Pelindo juga kepada pemilik kapal yang sudah berkoordinasi dalam melalukan antisipasi awal dengan melakukan penyemprotan dan Thermo test agar Virus itu tidak turun dan masuk ke daerah kita (Kota Parepare red-). Tapi apa yang sudah dilakukan itu bukanlah jaminan mereka tidak membawa Virus tersebut,” kata Andi Muh Fudail.

Dari laman resmi, covid19.sulselprov.go.id, hingga Sabtu, 28 Maret 2020, pukul 18.00 Wita.

Jumlah kasus positif bertambah menjadi 33 orang, 4 meninggal dan 29 orang lainnya sementara perawatan medis. (UK)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *