CYBERPARE.COM, JAKARTA- Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unhan RI memberikan penguatan wawasan kebangsaan dan bela negara sebagai bagian dari upaya membangun karakter bangsa yang tangguh dan berwawasan kebangsaan serta Kepemimpinan bela negara untuk menghadapi Indonesia Emas 2045, di aula SMA Pondok Karya Pembangunan (PKP) Jakarta Islamic School, Kelapa dua wetan Kec. Ciracas Jakarta Timur, Selasa (10 Desember 2025).
Tujuan Pembekalan Wawasan Kebangsaan dan kepemimpinan Bela Negara :
– Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang wawasan kebangsaan dan bela negara
– Menumbuhkan rasa cinta tanah air
– Menumbuhkan kesadaran bela negara sejak dini
– Membentuk karakter dan Jati diri bangsa yang baik dan nasionalisme
– Menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai idiologi bangsa
– Mempersiapkan generasi muda untuk menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab
– Mempersiapkan kepemimpinan bela negara menuju Indonesia Emas 2045
Materi Pembekalan :
1. Tantangan pelajar saat ini
2. pentingnya wawasan kebangsaan bagi pelajar
3. upaya upaya penguatan wawasan kebangsaan
4. wujud implementasi wawasan kebangsaan dan bela negara
5. penguatan bela negara di kalangan pelajar
6. Kepemimpinan Bela Negara
Manfaat Pembekalan :
– Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang wawasan kebangsaan dan bela negara
– Mengembangkan karakter yang baik dan nasionalisme
– Mempersiapkan generasi muda untuk menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab
Dengan demikian, pembekalan wawasan kebangsaan dan kepemimpinan bela negara di SMA PKP JIS oleh LPPM Unhan RI merupakan upaya penting untuk membangun karakter bangsa yang tangguh dan berwawasan kebangsaan.
Kegiatan ini mendapat sambutan yang antusias dari para peserta sebanyak kurang lebih 100 orang terdiri dari siswa, tenaga pendidik. Dalam presentasinya Kolonel Inf. Dr. Haryo Mustoko, S.Sos, M.M selaku Kapus Program Bela Negara dan Pengabdian Masyarakat Unhan RI menyampaikan bahwa ada beberapa tantangan yang dihadapi pelajar Indonesia ke depan yang harus di waspadai :
1. Tantangan Globalisasi dan Kualitas SDM
2. Tantangan Disrupsi Teknologi Dan Media Digital
3. Tantangan menurunnya karakter dan moral
4. Tantangan bonus Demografi
5. Tantangan Intoleransi dan disintegrasi
6. Tantangan rendahnya partisipasi dan kepemimpinan
7. Ketimpangan sosial dan akses pendidikan
8. Tantangan lingkungan Dan pembangunan berkelanjutan
Pelajar Indonesia saat ini bersiap menghadapi Indonesia emas 2045, untuk menghadapinya perlu kesiapan Sumber Daya Manusia yang mampu menghadapi Tantangan tantangan tersebut. Sehingga disiapkan kepemimpinan bela negara.
Kepemimpinan bela negara sendiri berlandaskan nilai-nilai bela negara dan Pancasila, bersifat visioner dan adaptif, serta mampu mengarahkan seluruh potensi bangsa untuk menjaga kedaulatan, persatuan, dan mewujudkan Indonesia yang Unggul, berdaya saing, dan berkeadilan pada tahun 2045. (JamalPutraPare).


















