CYBERPARE.COM, PAREPARE — Ketika berbicara mengenai pelayanan dan kepuasan konsumen, banyak keluhan masyarakat atas pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Parepare. Selasa, 14/1/2020
Seperti terjadi sebelumnya, tiap bulan PDAM menarik biaya administrasi yang terlalu tinggi tetapi pelayanannya kurang baik. Bahkan sejumlah pelanggan PDAM pun mengeluhkan akibat tidak mengalirnya air pasca banjir.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mahatidana Parepare, Muhlis menilai, bahwa PDAM Parepare tidak memikirkan hak-hak konsumen melainkan hanya memikirkan tagihan sehingga menurutnya konsumen yang tidak dapat menikmati pun harus membayar.
“PDAM sebenarnya belum siap dengan masalahnya sendiri, ditambah lagi masalah-masalah luar seperti, soal menejemen tehnik pengolahan dan pendistribusian dan lain-lain,” ujarnya
Menurut dia, hampir semua pelanggan PDAM mengeluhkan pasokan air bersih yang tidak lancar. “Benar-benar merugikan pelanggan. Pelanggan sering kali harus bayar angin karena air tidak mengalir, tetapi meteran tetap jalan,” akuh Muhlis
Ia menganggap PDAM tidak pernah memperhatikan masalah kualitas pelayanan.
Seringkali pelanggan mengeluhkan pelayanan dan kualitas air PDAM Parepare.
Dia pun meminta kepada PDAM, agar bisa memenuhi tuntutan pelanggang seperti kwalitas air yang baik dan bersih serta berkesinambungan dalam kelancaran distribusinya dan terkait dengan tidak lancarnya pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih. (uk)


















