banner 728x250

Luapan Hati Seorang Pendidik di SMKN 2 Parepare, Akibat Covid-19 Menghantui Dunia

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM, PAREPARE — Salah seorang pendidik di SMK Negeri 2 Parepare bernama Ramis Husein, S.Pd, mengirimkan tulisan terkait wabah virus Corona yang beberapa terakhir ini menghantui dunia utamanya di Indonesia.

Dalam tulisan yang dikirim ke Redaksi Cyberpare.com, dia menuliskan bahwa penanganan
wabah virus Corona atau Covid-19 tidak hanya menjadi tanggungjawab Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan, yang dibantu oleh TNI dan Polri, tapi penangananya sudah harus melibatkan masyarakat serta person-person yang peduli dengan wabah pandemi ini, Sabtu 21/3/2020

Ramis mengatakan bahwa secara Nasional orang yang Positif Terpapar/terinfeksi virus Corona berdasarkan up date hari ini 21 Maret 2020 pukul. 17.00 WITA Sudah mencapai 450 orang dengan tingkat kematian/neninggal 38 orang dan 20 orang sembuh. (Laporan: Achmad Iriyanto Jubir Pemerintah Penanganan Covid 19 di kantor BNPB Pusat. Update 21 Maret 2020).

Jika mengaca dari pertumbuhan penyebaran virus ini hampir setiap hari secara Nasional ada kurang lebih 60 sampai dengan 80 orang terinfeksi virus ini. Ini baru yang terdeteksi resmi. Berarti jika ditemukan 1 orang positif covid-19 maka kemungkinan ada 10 orang yg terpapar tapi belum terdeteksi! ibarat fenomena Gunung Es, yang nampak hanya puncaknya, tapi dibawahnya tidak nampak.

Olehnya itu sudah sangat mendesak perlunya pemeriksaan secara massal demi mencegah penyebaran virus ini yang semakin tidak terkendali dan mengkhawatirkan.

Demikian yang disampaikan oleh Ramis, olehnya itu dalam waktu dekat Ramis merencanakan untuk membentuk tim relawan Covid-19 melalui wadah organisasi Pekat atau melalui insan Pers (Cyberpare) dalam rangka membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare dalam memberikan Edukasi yang benar kepada masyarakat Kota Parepare agar tidak terpengaruh dengan berita berita Hoax yang belum jelas kebenarannya dan ke aktualisasiannya.

“Insya Allah dalam waktu 1 hingga 2 hari ini akan saya bentuk tim relawan, walau Kota Parepare belum dikategorikan sebagai kota dengan status KLB atau daerah rawan, namun tidak ada salahnya jika kita harus tetap waspada dan melakukan pencegahan dini. Saya coba keliling kota, masih banyak masyarakat yg beraktifitas, masih banyak yg melakukan Social Contacing daripada Social Distancing,” ujarnya

Kata dia, Tim Relawan ini nantinya akan berkoordinasi dengan tim gugus tugas yang dibentuk oleh Pemkot Parepare yang dikoordinir oleh Dinas Kesehatan Parepare. Sekali lagi tim Relawan ini dibentuk atas dasar Kemanusiaan, Keikhlasan dan sebagai bentuk Bela Negara untuk bersama-sama memerangi penyebaran virus Corona khususnya di Kota Parepare.

“Ini sangat mengkhawatirkan! bahkan ada masyarakat dengan cueknya mengatakan: “Ah! Virus Corona itu hanya terjadi di pulau Jawa saja. Tidak akan sampai disini! (Astagfirullah) apakah mereka tidak menyadari bahwa di Sulsel sudah ada 2 orang positif Corona? Satunya Meninggal, dan satunya dalam perawatan. Sementara ada 50 orang dalam pemantauan (ODP) dan 27 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” terangnya.

Dia pun menghimbau kepada masyarakat Kota Parepare untuk melaksanakan aturan keprotokoleran yg berlaku. Kata dia, tetap stay dirumah masing-masing. Kurangi aktifitas diluar rumah, budayakan perilaku hidup sehat, dan lakukan social distancing dengan baik dan benar. (uk)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *