Laporan : Sudarman
MAKASSAR, Cyberpare.com – Meminta Oknum Polisi Polda Sulsel, yang bekerja diduga tidak sesuai SOP, Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI),Kabupaten Maros, melakukan aksi demosntrasi, Sekaitan denga terjadinya insiden beberapa Hari lalu Jum’at sekitar pukul 03.30 WITA didepan Rumah Sakit Awal Bros, di Mapolda SulSel, Senin (9/10/2017).
“Kita melakukan aksi demo, Dimana salah satu Oknum Kepolisian POLDA SulSel melakukan tindakan premanisme dengan memukul dan menggunakan senjata Api yang tidak sesuai SOP, “ Jelas Abdul Alim, Jendral lapangan, saat melakukan aksi demo.
Mahasiswa menilai, tindakan Polisi tersebut termasuk, tindakan yang Brutal. Oknum Kepolisian tersebut menyebabkan 2 orang mahasiswa HPPMI mengalami luka pada bahu dan punggungnya , kedua Mahsiswa tersebut yaitu Arialdy Kamal (Andy) dan Muh Nur Parawansyah (Immang) dan kini dirawat di RS Haji Makassar.
“ Aksi Demonstrasi yang kami lakukan bersama teman teman HPPMI karena adanya upaya Pihak POLDA SulSel untuk melindungi oknum tersebut dengan mencoba membolak balikkan fakta dengan mengeluarkan opini yang kami anggap itu tidak mendasar dan berubah ubah” ujar jendral lapangan Aksi Abd. Alim.
Kabid Humas Polda sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, menyangkali jika dirinya pernah mengatakan korban adalah begal. “ Saya tidak pernah mengatakan terhadap korban, itu tidak benar saya ulangi itu tidak benar. “ Sangkal Dicky Sondani.
Menurut Dicky, dirinya mendapat informasi dari anggotanya dilapangan bahwa, pada malam itu anggota Sabhara melaksanakan patroli ke 3 titik lokasi, terjadinya balapan liar yang selalu berpindah pindah. Pada saat membubarkan balap liar di jalan Urip Sumaharjo, terjadilah pembubaran massa dengan menggunakan peluru karet dan flash ball.
“ Kami ikut prihatin telah terjadi korban salah satu adik kita mahasiswa yg mungkin kebetulan sedang melintas di jalan tersebut.” kata Kabid humas Polda, Dicky melalui pesan WA. (*)


















