CYBERPARE.COM, PAREPARE – Pelaksanaan MAYDAY FEST EXPO 2026 resmi mengalami penyesuaian jadwal. Agenda yang semula dijadwalkan berlangsung pada 18–24 Mei 2026 kini dijadwalkan ulang.
Keputusan tersebut diambil setelah sejumlah proses perizinan keramaian belum rampung akibat bertepatan dengan libur nasional dan cuti bersama Kenaikan Isa Almasih.
Panitia menegaskan, perubahan jadwal dilakukan demi memastikan seluruh tahapan administrasi, keamanan, dan teknis kegiatan berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Langkah itu sekaligus menjadi bentuk komitmen panitia untuk menjaga kelancaran event berskala besar tersebut.
Ketua Panitia MAYDAY FEST EXPO 2026, M. Sanusi B, menyampaikan bahwa pengunduran jadwal bukan sekadar persoalan teknis waktu, melainkan bagian dari upaya memastikan seluruh izin resmi dari instansi terkait dapat dikantongi secara lengkap sebelum acara digelar.
“Dokumen administrasi dan rekomendasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, harus dipastikan selesai agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan,” ujarnya dalam keterangan resminya.
Dalam surat pemberitahuan yang disampaikan kepada sponsor dan peserta, panitia juga memberikan jaminan kepada tenant maupun pelaku usaha yang telah melakukan pembayaran uang muka (DP) ataupun pelunasan. Peserta diberikan dua pilihan, yakni pengembalian dana secara penuh tanpa potongan atau tetap mengikuti event pada jadwal baru tanpa dikenakan tambahan biaya apabila terjadi kenaikan harga tenant.
Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan peserta di tengah perubahan jadwal yang cukup signifikan.
Terlebih, MAYDAY FEST EXPO 2026 dirancang sebagai agenda besar yang melibatkan pelaku UMKM, komunitas kreatif, hiburan rakyat, hingga berbagai kegiatan pameran dan pertunjukan selama lebih dari sepekan.
Di balik keputusan penundaan itu, berbagai pembahasan internal turut mengemuka. Sebagian besar berfokus pada penyesuaian jadwal, kesiapan lokasi, hingga sinkronisasi dengan agenda lain yang telah lebih dahulu terjadwal. Opsi pelaksanaan pada 19–28 Juni akhirnya dipilih karena dinilai paling memungkinkan dari sisi ketersediaan tempat dan kesiapan teknis, dan garansi waktu pelaksanaan sesuai hasil pertemuan Panitia dengan dengan Kadis Disporapar H.Iskandar Nusu di kantor Disporapar belum lama ini.
Namun demikian, proses tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus. Sejumlah kendala komunikasi antarpemangku kepentingan sempat muncul, terutama terkait koordinasi lintas instansi. Dalam pembahasan internal, isu keamanan turut menjadi perhatian penting. Informasi yang berkembang disebut berasal dari unsur pengamanan, meskipun terdapat klarifikasi bahwa pihak yang menyampaikan bukan mewakili unsur keamanan secara langsung, melainkan dari sektor olahraga dan kepemudaan.
Situasi tersebut memperlihatkan bagaimana penyelenggaraan event berskala besar tidak hanya bergantung pada kesiapan konsep acara, tetapi juga pada koordinasi birokrasi yang presisi.
Panitia menilai, setiap perubahan jadwal maupun lokasi wajib disertai surat resmi dan rekomendasi baru dari pemerintah daerah agar tidak menimbulkan persoalan administratif di kemudian hari.
Meski menghadapi sejumlah tantangan, panitia memastikan seluruh persiapan tetap berjalan. Komitmen untuk menjaga ketertiban area kegiatan juga ditegaskan melalui mekanisme pembersihan pascaacara yang harus diselesaikan maksimal H+2 hingga H+5, menyesuaikan kebutuhan lapangan.
Penundaan MAYDAY FEST EXPO 2026 pada akhirnya bukan hanya soal mundurnya jadwal kegiatan. Lebih dari itu, keputusan tersebut menjadi cerminan pentingnya tata kelola event yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Di tengah tingginya antusiasme peserta dan sponsor, panitia kini dituntut membuktikan bahwa penyesuaian jadwal justru menjadi momentum untuk menghadirkan pelaksanaan acara yang lebih matang, aman, dan berkualitas.


















