Laporan: Tomi
KENDARI , CyberPare.com –
Limbah medis merupakan buangan dari seluruh alat – alat bekas rumah sakit yang sudah tidak terpakai, dalam aktivitas pelayanan medis.
Banyak kalangan menganggap bahwa limbah alat medis, merupakan bahan berbahaya jika disalahgunakan oleh sebagian masyarakat biasa.
Tapi tidak terhadap seorang wanita bernama Evi Apriani yang kesehariannya bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Muna. Ditengah kesibukannya sebagai Perawat, Evi juga rupanya diam – diam memiliki kegemaran mengumpulkan limbah medis rumah sakit.
Namun bukan tanpa alasan hal itu ia lakukan. Limbah medis berupa botol obat – obatan, ternyata digunakan sebagai bahan untuk membuat hiasan pernak – pernik . Ditangan Evi, limbah medis itu disulap menjadi koleksi menarik dan kini sudah banyak terpajang di rumahnya.
Kegemarannya membuat hiasan pernak – pernik dari limbah medis, didorong rasa penasaran terhadap botol – botol yang dianggapnya unik.
“Saya kebetulan juga hobby dalam membuat pernak – pernik. Tetapi ini hal terbaru menurut saya karena terbuat dari bekas alat – alat medis. Saat sedang dinas pasa jam istirahat saya mengumpulkan benda – benda itu lalu saya bawa pulang. Disaat sedang senggang, saya mengisi waktu dengan membuat hiasan dari baham yang saya sudah kumpulkan itu,”tutur Evi.
Hiasan yang terbuat dari limbah medis itu mengangkat tema ‘flowers in bottles’. Kolaborasi perpaduan botol bekas dan rangkaian bunga menjadi satu hiasan dalam karyanya itu. Hiasan jenis ini paling cocok ditempatkan pada meja hias baik di ruang tamu maupun dalam ruangan kamar tidur.
“Kalau hasil pernak – pernik yang sudah saya buat, sebagian besar terpajang di meja hias ruang kamar tidur. Namun hiasan ini sebenarnya bebas dipajang dimana saja tergantung struktur ruangan tersebut ,”ujarnya.
Kegemaran membuat hiasan pernak – pernik dari limbah medis, sudah dilakoninya sejak tahun 2016. Hasil karyanya telah banyak dikoleksi yang kini terpajang disebagian ruang rumahnya.


















