banner 728x250

Menjijikkan! Simpatisan TP Pamer ‘Bokong’ ke Arah Mobil yang Ditumpangi Istri FAS

banner 120x600
banner 468x60

PAREPARE, Cyberpare.Com — Bentrokan antara pendukung Paslon Taufan Pawe-Pangerang Rahim (TP) dengan pendukung Faisal Andi Sapada-Asriady Samad (FAS), nyaris saja pecah, Jumat malam (25/5/2018) sekira pukul 22.00 Wita.

Hal tersebut dipicu adanya ketersinggungan pendukung dan simpatisan FAS atas aksi pelecahan terhadap istri FAS, Rina Sari Larasati, oleh simpatisan TP saat menggelar konvoi usai KPU Parepare menetapkan kembali Paslon TP sebagai peserta Pilwalkot Parepare 2018 yang sebelumnya didiskualifikasi akibat kasus dugaan Pelanggaran Administrasi Pemilukada.

Akibatnya, sejumlah pendukung dan simpatisan FAS kemudian mendatangi Posko Induk TP, di Jalan Bau Massepe, Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat. Mereka tidak terima dengan adanya aksi kurang senonoh oleh pendukung TP saat menggelar konvoi.

Kedua kubu Paslon sempat saling lempar ocehan, dan beruntung Aparat Kepolisian Resort (Polres) Kota Parepare mampu mengantisipasi sehingga suasana di kedua kubu perlahan kondusif.

Kejadian pelecehan terhadap Istri FAS, Rina Sari Larasati yang berada di dalam Mobil Branding FAS bergeser dari Pasar usai berbelanja. Namun Rina bersama keluarganya terjebak di Jalan Mattiortasi akibat konvoi TP bersama pendukung dan simpatisannya, Jumat sore.

Hal ini diungkapkan Keluarga FAS, Andi Farida, yang kebetulan berada satu mobil dengan istri FAS.

“Kami lihat Paslon nomor satu (Taufan Pawe) bersama istrinya memperlihatkan gestur tubuh ke arah mobil kami, setelah itu ada tim Simpatisan TP berkendara Roda Dua langsung ke depan mobil lalu membuka celana dari belakang sambil memperlihatkan bagian tubuh yang terlarang,” ujar Andi Ida, sapaan Andi Farida.

Tak hanya itu, Andi Ida mengaku heran dengan aksi konvoi tersebut, terlebih sejumlah masyarakat melihat langsung tindakan tidak terpuji itu.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan FAS, Yasser Latief mengatakan kejadian itu adalah spontanitas akibat euforia yang berlebihan.

“celakanya dipimpin sendiri oleh Paslon yang baru-baru saja kembali setelah didiskualifikasi. Bersama paslonnya, mereka pawai keliling kota termasuk lewat di depan Posko FAS sambil menantang. Di beberapa tempat yang sering menjadi tempat kumpul pendukung FAS, mereka berhenti kemudian berteriak-teriak sambil melakukan gaya yang melecehkan,” akuhnya.

“Kalau kemudian ada peristiwa penyerangan, tentu ada sebabnya. Jangan menyalahkan anggota kami,” tambah dia.

Ia pun menyesalkan insiden itu lantaran saat Paslon TP didiskualifikasi oleh KPU, pihak FAS justru diam.

“Tidak ada euforia. Malah, atas saran Paslon FAS, beberapa hari kami tidak kampanye untuk menghindari konflik. Tapi ternyata mereka yang memicu konflik dan itu dipimpin langsung oleh paslonnya,” tandasnya. (ardi)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *