Oleh: Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, MA
CYBERPARE.COM — Saudaraku! Anda saudaraku seiman, Mengapa rumah Allah Anda halang-halangi?
Dikutip dari konsultasisyariah.com, Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, MA, mengulas bahwa orang yang beragama Islam pasti tahu bahwa Masjid adalah Rumah Allah, bukan rumah perorangan atau kelompok tertentu atau ormas tertentu. Simak sendiri firman Allah berikut ini:
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di sana di samping (menyembah) Allah. (Al Jin 18)
Orang Islam berduka saat pembangunan masjid digagalkan, karena setiap muslim percaya masjid adalah tempat paling Allah cintai. Duka semakin dalam, karena kita semua melihat dengan kepala sendiri bahwa pasar, mal, supermarket atau yang terlihat dibiarkan menjamur. Padahal itu semua adalah tempat paling jauh dari kasih sayang Allah. Karena itu, upaya penggagalan pembangunan masjid adalah yang paling meringankan orang beriman. Dengarkan sabda Nabimu wahai saudaraku!
أَحَبُّ الْبِلاَدِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا وَأَبْغَضُ الْبِلاَدِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا
Belahan bumi yang paling Allah cintai adalah masjid-masjidnya, sedangkan belahan bumi yang paling Allah benci pasar-pasarnya. (Muslim)
Mungkinkah mencoba melepaskan masjid adalah pertanda telah dibuka murka dan siksa Allah untuk kota atau negeri ini?
Upaya penggagalan pembangunan masjid pastilah menusuk-nusuk hati orang yang beriman karena masjid adalah simbol eksistensi umat Islam di negeri ini dan juga negeri-negeri lainnya. Ketika pembangunan masjid dihalang-halangi, maka mungkinkah itu pertanda agama Islam mulai dimarginalkan di negeri Islam terbesar di dunia ini?
Ummat Islam pastilah murka bila pembangunan masjid dihalang-halangi, karena setiap orang yang beriman pasti menemukan cara mengatasi masjid dan melibatkan masyarakat dari memakmurkan masjid itu.
Dengarkan saudaraku, tahukah kamu apa yang mencurigakan kamu? Dengarkan baik-baik firman Allah Ta’ala berikut ,
ومن أظلم ممن منع مساجد الله أن يذكر فيها اسمه وسعى في خرابها أولئك ما كان لهم أن يدخلوها إلا خآئفين لهم في الدنيا خزي ولهم في الآخرة عذاب عظيم
Dan siapakah yang lebih layak dari orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah di masjid-masjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka bukan sepatutnya yang masuk ke masjid, melainkan dengan rasa takut. Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat . (Al Baqarah 114)
Sobat! Karena, setiap muslim pasti tergugah, bebas, jika diajak membangun masjid, karena masjid adalah tempat yang paling indah untuk mengabdi, beribadah, melantunkan, mengkaji kalamullah , dan bermunajah untuk Allah.
فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدِوآاآل
Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya diimplementasikan, pada waktu pagi dan waktu petang. (QS: An Nur-36)
Dan setiap muslim juga pasti senang membangun Masjid, karena orang yang membangun masjid, akan Allah bangunkan untuknya rumah atau istana di surga. Simak sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini,
ومن بنى لله مسجدا كمفحص قطاة أو أصغر بنى الله له بيتا في الجنة
Dan sebaliknya yang membangun masjid dengan tulus lillah,, walau kecil, sekecil sarang burung, atau bahkan lebih kecil, niscaya Allah bangunkan untuknya istana di surga. (Ibnu Majah dan lainya)
Meskipun Anda berbeda paham atau amaliyah praktik ibadah, bukankah Anda bisa duduk dengan saudara-saudaramu pengelola masiid ini. Namun, apa salahnya masjid jadi Anda halangi untuk berdiri tegak di bumi Allah Ta’ala ?
Saudaraku, sayangilah dirimu, dan lakukan baik-baik, apa yang kelak akan kamu ucapkan kepada Allah Ta’ala jika diminta tentang perbuatanmu menghalang-halangi saudaramu yang mencari medirikan Rumah Allah?
Ya Allah bukakanlah hati hati saudaraku-saudaraku seiman agar bersatu padu membangun masjid dan memakmurnya dengan sholat, bacaan Al Qur’an, dzikir dan ibadah lainnya. Ya Allah, mudahkanlah tegaknya rumah-Mu di berbagai belahan bumi-Mu ini. Amiin. (*/ad)


















