PAREPARE, Cyberpare.com — Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Parepare, dalam waktu dekat akan meregistrasi sedikitnya 21 Kompleks Cagar Budaya yang ada di Kota Parepare.
Pendataan objek yang sarat dengan nilai sejarah ini, tak lain untuk lebih menghidupkan Kompleks yang penuh dengan nilai sejarah masa lalu, mulai dari Jaman Kerajaan, Penjajahan hingga pada proses kehidupan Modern saat ini.
Beberapa Kopleks Cagar Budaya yang dimaksud ini, antaranya Gedung Hotel Siswa, Gedung Lapas Lama, Sao Raja Mattanru, Kompleks Kuburan Datu Lacincing, Gedung Dinas Pendidikan Kota Parepare (Eks.Sekolah China Era Penjajahan), Kopleks Pekuburan Tua Jara, e, (Bacukiki) Monumen Korban 40.000 Jiwa, Museum Labangege, Gudang Peluru (Geddonge) Mesjid Tua Bacukiki, Lokasi Batu Kikie, Meriam di Bulu Roangge (Bacukiki), Salo Karaje,
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Parepare Mustadirham Spd. Mengatakan, pendataan itu untuk diinput dan terdaftar di Kementerian. Sehingga, program Budaya Daerah pihak Kementerian bisa berdasar dari data ini.
“Pendataan ini, untuk memudahkan pihak Kementerian mendata Program Wisata dan Budaya Daerah, khususnya di Parepare, sehingga.Semua kawasan dapat disentuh dengan program khusunya yang berorientasi pada Pelestarian dan nilai Budaya” ungkap Mustadirham.
Mendukung hal itu, Pihak Dinas Pendidikan, akan berkoordinaai dengan Beberapa tenaga Ahli dari kalangan Arkeologi, Akademisi dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi (BPCP) untuk meneliti lebih jauh, Situa situs yang diajukan sebagai cagar Budaya.
Terpisah, Sultan Yuaris, salah seorang Tokoh Masyarakat di Parepare mengaku, beberapa Kompleks yang diajukan Pemerintah Kota sebagai Cagar Budaya memang sudah terbilang tua, dan cukup menyisahkan nilai sejarah, salah satunya adalah Gedung Hotel Siswa, Selain beraraitektur Spanyol, Gedung Hotel ini juga pernah digunakan President Pertama RI. Ir.Soekarno, ungkap Pria Kelahiran 58 tahun ini. (Effendy)


















