PINRANG, CYBERPARE.com, -Meski beberapa dinding sudah Retak, namun Bangunan Pasar Rakyat Suppa masih berdiri kokoh diatas lahan sekitar 1 hektar, di Kampung Lakessi Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang
Namun bangunan mewah yang dibangun dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN) 2017-2018 justru menjadi kandang Sapi ” Kalau malam, banyak sapi disini “Kata J.Laintang saat ditemui di bangunan pasar rakyat tersebut, Senin 22/7/2019
Warga Kecamatan Suppa itu menunjukkan kotoran sapi, yang ada di bagian bangunan ,untuk membuktikan ucapannya ” Tuh banyak kotoran sapi ”
Hingga selesai dibangun dua tahun lalu, bangunan senilai Rp5 Milyar itu, belum pernah difungsikan.
Dia mengatakan, warga juga khawatir jika lods pasar itu dijadikan sebagai tempat mesum karena lokasinya cukup jauh dari pemukiman warga ” Banyak lods yang terbuka, dan memungkinkan orang orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan untuk berbuat mesum”
Warga Suppa lainnya Sulastri mengatakan, warga di Kampung Lakessi terpaksa berbelanja di kota Pare pare untuk memenuhi kebutuhan sehari hari ” Pasalnya disini belum ada pasar jadi warga larinya ke Pare pare”
Meski jauh kata dia, warga tidak memiliki pilihan lain untuk berbelanja ” Karena lebih dekat ke Pare pare dibanding ke Kota Pinrang “.
Dari Pantauan, Jalan beton menuju ke pasar itu juga sudah mulai retak.
informasi yang dihimpun menyebutkan, jalan beton itu dibangun hanya dalam waktu sehari semalam dengan panjang sekitar 200 Meter dengan Anggaran Rp200 juta ” Begitu sudah dibersihkan rumputnya, langsung di cor ” kata warga yang enggan di sebut identitasnya.
Warga berharap, pihak yang berwajib mengusut keberadaan bangunan pasar rakyat tersebut.
Warga curiga adanya permainan dalam penyelesaian pembangunan gedung pasar rakyat ini. (sdi)


















