banner 728x250

Muhammadiyah Parepare Gelar TOT AJPAR: Layanan Multi Payment Terintegrasi Berbasis Prinsip Bisnis Islami

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM, PAREPARE -Muhammadiyah Parepare menyelenggarakan Training of Trainer (TOT) AJPAR Layanan Multi Payment di LagoTa Caffe & Resto,Sabtu (27/09/2025).

Kegiatan ini menghadirkan pembicara utama Drs.H.Amran,M.Pd yang memaparkan integrasi sistem pembayaran digital dengan prinsip bisnis Islami serta prospek pengembangannya di Indonesia.ajpar01

Pertemuan diawali dengan pembahasan integrasi Link AJPAR dengan sistem Point of Sales (POS). H Amran menjelaskan bahwa integrator akan memperoleh komisi sebesar 15 persen dari setiap transaksi pengiriman melalui POS. Sebagai contoh, transaksi senilai Rp100.000 akan menghasilkan komisi Rp15.000. Model ini dinilai mampu memberikan peluang keuntungan signifikan bagi para mitra.

Diskusi berlanjut dengan pemaparan mengenai pemanfaatan aplikasi AJPAR di industri perhotelan. Saat ini, tercatat delapan hotel di Indonesia telah menggunakan aplikasi tersebut. Dr. Ibrahim menegaskan pentingnya penerapan prinsip keuangan Islam dalam praktik bisnis, khususnya menghindari riba serta menjaga keterbukaan harga.

Ia mencontohkan, apabila harga makanan ditetapkan Rp30.000, maka nilai tersebut harus disampaikan secara transparan tanpa adanya manipulasi atau struktur biaya tersembunyi. “Transparansi harga adalah wujud keadilan dalam bisnis Islami. Tidak boleh ada unsur penipuan atau kebingungan bagi konsumen,”ujarnya.

Selain itu, H. Amran juga menyinggung pengembangan infrastruktur digital dan kerja sama dengan Post Indonesia. Rencana implementasi proyek ini dijadwalkan mulai bulan depan atau paling lambat akhir tahun. Ia menekankan perlunya pengawasan dan evaluasi ketat dalam setiap tahap pelaksanaan.

Fokus utama pertemuan juga diarahkan pada aplikasi AJPAR, H. Amran menguraikan struktur organisasi AJPAR yang mencakup tingkat provinsi, perwakilan daerah (PDR), hingga individu. Mekanisme pembagian pendapatan dipaparkan secara detail, termasuk potensi penghasilan bagi para pemangku kepentingan.

Keunggulan kompetitif AJPAR turut menjadi sorotan. Dengan biaya transaksi mulai dari Rp2.500 lebih rendah dibandingkan Rp3.500 pada pesaing utama platform ini diyakini mampu menarik basis pengguna yang luas. Target ambisius pun dipasang: mencapai lima juta pengguna di seluruh Indonesia.

“Jika kita berhasil meraih 200.000 pengguna aktif, potensi pendapatan akan sangat signifikan. AJPAR memiliki daya saing bukan hanya dari sisi harga, tetapi juga kepatuhan terhadap prinsip syariah dan efisiensi operasional,” jelasnya.

Sesi diskusi kemudian membuka ruang bagi peserta untuk menanyakan isu keamanan dan regulasi. Tim AJPAR memastikan bahwa platform beroperasi sesuai kerangka hukum yang berlaku, sekaligus menyiapkan sistem otomatis dan prosedur pemantauan transaksi yang ketat.

Sebagai tindak lanjut, tim pengembang akan menambahkan fitur khusus untuk layanan berbasis syariah, mengintegrasikan metode pembayaran baru, serta memperluas opsi isi ulang. Tim pemasaran menargetkan akuisisi rata-rata tujuh pengguna baru setiap hari, sementara tim manajemen tengah menjalin program kemitraan dengan berbagai bisnis dan organisasi lokal.

Peluncuran fitur terbaru dijadwalkan pada awal bulan depan. Dengan kombinasi strategi harga yang kompetitif, teknologi yang adaptif, serta landasan prinsip bisnis Islami, AJPAR diyakini mampu menjadi salah satu pemain utama dalam industri layanan pembayaran digital di Indonesia.(MR)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *