CYBERPARE.COM, PINRANG — Pasca jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di perairan Kepulauan Seribu. Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.
Pesawat tersebut mengangkut 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang (terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi), 12 kru. Diantaranya, tiga orang penumpang merupakan warga Kampung Mattagie, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Senin (11/1/2021).
Ketiganya masing-masing Supianto (37), Rusni (44), dan Abida Dania (2). Mereka merupakan satu keluarga yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182.
Camat Suppa, Andi Amran, membenarkan hal tersebut mengatakan, Supianto adalah pengusaha kayu, tinggal di Pontianak. Istrinya (Rusni) warga Dusun Mattagie, Desa Watang Pulu, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang.
“Iya, (Rusni) warga Dusun Mattagie, (suaminya) Supianto pengusaha kayu di Pontianak,” bebernya.
Sementara, Kapolsek Suppa, AKP Chandra Hasan, mengatakan, pihaknya bersama dengan pemerintah kecamatan dan pihak PT Jasa Raharja sudah mengunjungi kediaman keluarga korban.
“Kami bersama pak camat, pak desa Watang Pulu bersama pihak Jasa Raharja mengunjugi rumah keluarganya untuk mendata,” pungkasnya. (AU)


















