CYBERPARE.COM, PAREPARE — Suwardi, tukang sapu jalanan di Dinas Kebersihan Parepare diberhentikan beberapa waktu lalu.
Warga Kampung Mandar, Kota Parepare ini tidak tau lagi harus memberi makan keluarganya dengan cara apa setelah dirinya diberhentikan. Minggu, 19/1/2020
Menurut informasi yang dihimpun, ia sudah melakoni pekerjaannya sebagi penyapu jalan di Dinas Kebersihan Parepare sejak 2012 silam. Pria ini juga diketahui adalah sebagai Imam Masjid di Kampung Mandar, sejak subuh dirinya sudah turun ke ruas-ruas jalan untuk membersihkan sampah.
“Saya diberhentikan setelah ada tes perekrutan petugas baru,” kata ayah dari 6 anak ini.
Padahal ia sudah ikuti semua prosedur perekrutan. Saat pengumuman, namanya tidak lagi tercantum. Nasib serupa juga dialami beberapa rekannya.
Ia mengaku tidak tau alasan mengapa dirinya diberhentikan begitu saja. Padahal, ia terbilang petugas kebersihan yang rajin, juga tidak pernah membangkang.
“Saya cuma mau kerja yang halal untuk keluarga. Kalau tidak menyapu, harus bagaimana?,” ujarnya.
Sehari-hari selain menyapu dan menjadi imam mesjid, Suwardi juga kerja sebagai buruh bangunan untuk menghidupi keluarganya.
Patut ditunggu, apakah nasib Suwardi dkk juga akan mendapat perhatian publik, sebagaimana kasus 29 petugas kebersihan beberapa waktu lalu. (uk)


















