banner 728x250

Panelis Puji Jawaban FAS Terkait Penanggulangan Budaya Korupsi di Pemerintahan

banner 120x600
banner 468x60

MAKASSAR, Cyberpare.Com — Budaya korupsi yang tengah menjerat Pemerintahan disejumlah lini khususnya Pemerintah Kota, menjadi salah satu poin pertanyaan panelis kepada Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Parepare, Faisal Andi Sapada dan Asriady Samad (FAS), pada kegiatan Pendalaman Visi Misi Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Parepare, yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare, di Hotel Gammara, Kota Makassar, Senin 7 Mei 2018.

Salah satu Panelis yang juga Pengamat Ekonomi DR Mursalin, memberikan pertanyaan kepada FAS terkait langkah penanggulangan budaya korupsi ketika Paslon Nomor Urut 2 itu menjadi pemenang dalam Pilwalkot Parepare yang dihelat serentak 27 Juni 2018 mendatang.

“Apa langkah Saudara Pak Faisal Andi Sapada saat menjadi Pemimpin terkait budaya korupsi yang menjerat Pemerintahan disejumlah lini khususnya Pemerintah Kota,” tanya DR Mursalin kepada Paslon berakronim ‘SibawaKi’ ini.

Pertanyaan itu dengan tegas dijawab FAS. Mengusung konsep FAS Baru Harapan Baru, Faisal dan Asriady berkomitmen dan mendukung penuh penanggulangan budaya korupsi dengan menindak tegas siapapun aparatur yang melakukan korupsi.

“Jika Insya Allah kami terpilih, komitmen kami menindak tegas siapapun aparatur jika mendapatkan hukuman terkait korupsi dan kita tindaklanjuti sesuai dengan aturan yang ada,” tegas FAS.

FAS menjelaskan, penyakit korupsi itu lahir jika pemegang kebijakan tidak turut mengawasi perbuatan Aparaturnya. Untuk itu, dibutuhkan komitmen melawan budaya korupsi dengan langkah preventif dan persuasif, salah satunya meningkatkan tunjangan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Aparatur melakukan tindakan korupsi juga karena godaan, sehingga tambahan penghasilan menjadi salah satu aspek pengurangan tindak pidana korupsi,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari 22 Program Unggulan FAS, salah satunya adalah Meningkatkan Kesejahteraan ASN.

“Kalau sudah ditingkatkan tambahan penghasilan kepada setiap aparatur berkinerja dengan baik masih melakukan korupsi, konsekuensinya jelas akan mendapatkan sanksi yang berat sesuai aturan,” tambah dia.

Usai kegiatan Pendalaman Visi Misi, DR Mursalin dihadapan wartawan mengaku, Pasangan FAS cukup merespon tolak budaya korupsi.

“Paslon memberikan jawaban positif, dan tergambar dapat dijadikan suri tauladan, dan sebagai tambahan kami berharap komitmen terhadap program dan visi misi Paslon bisa direalisasikan dengan simultan yakni berjalan dalam kurun waktu lima tahun,” akuh Dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Ini. (ardi)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *