PAREPARE, Cyberpare.com — Wakil Wali Kota Parepare, Pangerang Rahim menjelaskan ada sejumlah pilar yang menjadi tumpuan sehingga Parepare disebut jadi kota jasa.
“Perputaran roda ekonomi daerah lebih bertumpu pada sektor jasa. Sehingga menjadikan Parepare sebagai kota industri tanpa cerobong asap. Dengan mengandalkan tiga sektor pelayanan, yakni pariwisata, pendidikan dan kesehatan,” katanya, Sabtu (8/12/2018).
Di bidang kesehatan, kata Pangerang, Pemkot melakukan pembenahan di RSUD Andi Makkasau. Sekaligus mengoptimalkan layanan kesehatan Call Center 112.
“Sedangkan di bidang pendidikan, Pemerintah telah bertekad menjadikan Parepare sebagai kota pendidikan di utara Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Pelayanan di bidang pariwisata, dengan mengandalkan potensi dari objek wisata di Parepare. Diantaranya pesisir di sungai Tonrangeng, Monumen Habibie Ainun, Kebun Raya Jompie, Taman Syariah dan wisata alam Bacukiki.
“Disamping itu, sebagai upaya mempertahankan budaya dan kearifan lokal, kami memiliki acara wisata yang rutin digelar setiap tahun, yaitu festival Mallipa,” jelasnya. (di)


















