PAREPARE, Cyberpare. Com — Pantai Lumpue, Salah satu Destinasi Wisata Alam yang ada di Kota Parepare. Lumpue pertama kali diperkenalkan ke publik sejak awal 1970-an. Kala itu Lumpue yang bermuara langsung dengan laut lepas, Hanya berupa hamparan pasir yang memberikan banyak ruang di bibir Pantainya, tempat sejumlah nelayan berlabuh. Menawarkan hasil pancingan ke Warga.
Dari waktu ke waktu, kawasan ini berubah menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi banyak orang, akhirnya Salah satu Pemuka Masyarakat di Wilayah ini, menata sebahagian kawasan ini, hingga menjadi objek Wisata Pantai yang mulai dilirik pengunjung domestik.
Hendrik Pangka, salah satu Tokoh Pemuda di Lumpue, bercerita jika Sejak dibuka Pantai ini pernah dikunjungi turis asing dari Sejumlah Negara untuk Menikmati pantai atau sekedar berjemur, hanya saja, kala itu banyak warga sekitar utamanya anak anak berkerumul melihat aktifitas para Turis asing yang berjemur ini, mungkin terlihat asing dan turisnua risih, sehingga objek itu tidak berlangsung lama, Cerita Hendrik Pangka.
Kini, Kawasan Wisata yang diklaim milik pribadi ini, mulai menata diri dan menawarkan beberapa Kawasan ke Pengunjung Lokal, Ajatappareng dan Sulsel dan Pengunjung Domestik pada umumnya.
Setiap hari Libur dan Libur Nasional, Pantai Lumpue ramai dikunjungi, Ada yang menghabiskan akhir pekan bersama keluarga, Bakar ikan, dan kadang Pengunjung dari Kabupaten Tetangga untuk melaksanakan arisan keluarga, Komunitas dan Tour Pendidikan.
Kawasan Pantai Lumpue, saat ini dikelola 3 Pihak Penyedia Jasa, masing masing tempat ini miliki pintu administrasi,
Gasebo, dan Fasilitas lainya. Cukup Rp.3000 / Orang, pengunjung sudah bisa menikmati hamparan pasir putih, Deretan Perahu Nelayan yang tertata, Kedai makanan khas pantai, berenang di laut terbuka dengan batas yang wajar.Gasebo dan Alat Keamanan Berenang bagi anak (Ban) dan Perahu Juga bisa digunakan didalam dengan tarif sendiri.
Linda, ibu satu anak ini, mengaku dari Soppeng, Ia bersama keluarganya sengaja datang, ke Pantai Lumpue, berenang menikmati air laut munrni, sekalian silaturahmi dengan keluarganya,(*)


















